DI antara banyak perhiasan dan batu mulia di dunia, mungkin Hope Diamond adalah salah satu yang paling dikenal. Berlian dengan warna biru yang langka itu memiliki sejarah panjang dan telah berpindah tangan selama hampir 400 tahun. Selain sejarahnya yang panjang, Hope Diamond juga dikabarkan memiliki kutukan yang menimbulkan kemalangan pada para pemiliknya.
Kisah berlian yang menakjubkan ini dimulai pada abad ke-17 saat pedagang perhiasan Prancis, jean Baptiste-Tavernier membeli atau mungkin mencuri berlian itu dari sebuah kuil di India. Disebutkan, saat mengetahui berlian mereka dicuri, para pendeta di kuil tersebut memberikan kutukan yang membuat para pemilik berlian tersebut mengalami nasib buruk sepanjang hidupnya.
Setelah Tavernier meninggalkan India, diketahui bahwa ia membawa batu berharga itu ke Paris bersama dengan sekitar 20 potongan berlian lainnya. Di bawah kepemilikannya, batu-batu itu dibuat menjadi Tavernier Blue Diamond yang merupakan pendahulu dari Hope Diamond. Tavernier menjual berliannya kepada kerajaan Prancis yang saat itu dipimpin oleh Raja Louis XIV.
Diceritakan, segera setelah menjual berlian tesebut, Tavernier terjangkit demam dan meninggal dunia. Apakah kematiannya berhubungan dengan kutukan ataukah hanya bumbu cerita mengenai Hope Diamond adalah sebuah spekulasi.
Di tangan Louis XIV, berlian itu dipotong ulang dan terdaftar dengan dua nama baru, Blue Diamond of Crown of France dan French Blue. Namun, kutukan berlian tersebut tampaknya tidak hilang dan memperngaruhi Nicholas Fouquet, seorang pengawas keuangan kerajaan.
Setelah mengenakan berlian tersebut, Fouquet terlibat perdebatan dengan Raja Louis XIV dan dijebloskan ke dalam penjara selama 15 tahun atas perintah raja. Sang raja pun tidak luput dari nasib buruk yang dibawa berlian biru tersebut. Sepanjang hidupnya, hampir seluruh anaknya yang sah meninggal di usia muda, begitu juga dengan cucunya. Hidup Raja Louis XIV pun berakhir akibat gangrene yang menyakitkan.
Pasca mangkatnya Raja Louis XIV, berlian itu tetap dimiliki keluarga kerajaan Prancis dan sampai akhirnya diwarisi oleh Raja Louis XVI dan istrinya, Marie Antoinette. Nasib pasangan itu berakhir di bawah guillotine, dieksekusi pada masa Revolusi Prancis.
Sebagai harta milik keluarga kerajaan Prancis, berlian biru itu berada di bawah kendali Pemerintah Prancis. Pada 11 September 1792, saat Louis XVI dan keluarganya dipenjara, sekelompok pencuri menerobos masuk ke dalam gudang peyimpanan milik keluarga kerajaan dan mencuri perhiasan yang ada di sana, termasuk dua berlian biru milik Raja Perancis tersebut.
Diyakini bahwa salah satu pencuri, bernama Cabet Guillot, memotong berlian menjadi dua bagian dan membawanya ke London. Berlian itu kemudian didapatkan oleh seorang itu didapatkan oleh bankir kaya raya, Thomas Hope. Benda itu berada dalam kepemilikan keluarga Hope sampai awal abad ke 20, yang membuatnya mendapatkan nama Hope Diamond.
Pada tahun 1910, perhiasan indahnya, dengan berat 45,42 karat tersebut dijual ke sosialita sekaligus pewaris perusahaan pertambangan, Evalyn Walsh McLean seharga USD4,6 juta dengan kurs saat ini. Evalyn tinggal bersama suaminya di Washington, D.C., Amerika Serkat (AS) dan menjadi orang pertama dalam waktu lama untuk tampil di depan umum mengenakan Hope Diamond.
Kehidupan Evalyn yang tenang segera berubah ketika dia mendapatkan Hope Diamond. Ibu mertuanya adalah orang pertama yang meninggal setelah berlian itu dibeli, disusul anak laki-lakinya yang baru berusia sembilan tahun. Suami Evalyn, Edward Beale McLean meninggalkannya demi mngejar perempuan lain, dan meninggal di sebuah sanatorium sesaat setelahnya. Tidak berhenti sampai di sana, putri mereka pun kehilangan nyawa akibat obat-obatan pada usia 25 tahun.
Akibat semua kejdadian tersebut, Evalyn McLean terpaksa menjual surat kabar milik keluarga, The Washington Post. Saat dia sendiri meninggal, Evalyn meninggalkan hutang yang ditanggung oleh keluarganya.
Dari Evalyn McLean, kepemilikan Hope Diamond, bersama dengan permata-perhiasannya yang luar biasa lainnya, beralih ke Harry Winston pada tahun 1949. Harry memilih untuk menyumbangkan berlian yang terkenal itu ke koleksi batu permata nasional, yang bertempat di National Museum of Natural History atau Museum Sejarah Alam Nasional.
Harry tidak mengalami nasib buruk seperti pemilik-pemilik sebelumnya, tetapi ternyata satu "korban" kutukan terakhir dari Hope Diamond adalah James Todd, yang merupakan pekerja pos yang mengirim perhiasan itu ke Institusi Smithsonian pada 1958. Segera setelah Todd menyelesaikan pengiriman bersejarah itu, dia mengalami kecelakaan truk yang serius dan kebakaran yang menghancurkan rumahnya.
Sejak saat itu Hope Diamond, yang sekarang bernilai USD250 juta, tersimpan dengan aman di dalam Smithsonian. Sejarah panjang dan spekulasi mengenai kutukannya membuat Hope Diamond menjadi salah satu berlian paling terkenal sepanjang masa.
(Rufki Ade Vinanda)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.