Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Memoar Pilu Pengungsi Rohingya saat Pembantaian Militer Myanmar Terjadi

Erie Prasetyo , Jurnalis-Jum'at, 08 September 2017 |06:32 WIB
Memoar Pilu Pengungsi Rohingya saat Pembantaian Militer Myanmar Terjadi
Pengungsi Rohingya di Medan (Foto: Erie/Okezone)
A
A
A

Hujan deras yang mengguyur lokasi penampungan di tengah sesi wawancara dengan Kamal membuat suasana semakin terenyuh.

Dia kembali melanjutkan ceritanya. Kala itu, militer Myanmar gencar menangkapi para pemuda Rohingya karena masalah perbedaan agama. Para pemuda Rohingya yang merasa terancam memilih untuk kabur dari Myanmar.

Sedangkan orangtua yang mengetahui ada anggota keluarganya yang diburu pihak militer, juga ikut membantu upaya pelarian itu. Saat kabur dengan menggunakan perahu ke laut, Kamal meninggalkan kedua orangtuanya di Myanmar.

Genosida yang kembali terjadi beberapa hari terkahir di Rakhine, Myanmar membuat Kamal khawatir terhadap keselamatan kedua orangtua dan keluarganya yang masih tinggal di sana.

"Dulu, orangtua menyuruh saya kabur. Orangtua saya masih di Myanmar. Kondisi mereka selamat. Tapi rumah mereka telah dibakar. Saat ini orangtua dan keluarga lainnya berusaha untuk kabur dari Myanmar,” terang Kamal yang sudah memiliki 2 orang anak itu.

(Khafid Mardiyansyah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement