Hari ini, ahli meteorologi memakai alternatif nama perempuan dan laki-laki untuk badai serta menggilir penggunaan nama itu dengan mengacu pada 6 daftar. Keenam daftar akan dipakai hingga 2022.
"Daftar ini akan kembali digunakan kecuali suatu nama telah dipensiunkan. Jika ini terjadi, maka akan dipakai nama baru sesuai pilihan WMO," tutur Buchanan.
BACA JUGA: VIDEO: Keren! Demi Selamatkan Hewan Terjebak, Koboi Texas Terjang Banjir Pasca-Hantaman Badai Harvey

Kerusakan akibat Badai Irma di Kota Nagua, Karibia. (Foto: Reuters)
Dilansir website My San Antonio, nama Irma dipilih sebagai pengganti Irene. Nama Irene dipensiunkan setelah badai tersebut menerjang pada 2011 dan menewaskan 40 orang. Kala itu, Badai Irene juga menyebabkan banjir yang merusak di sepanjang New Jersey, New York, Massachusetts dan Vermont.
Proses penamaan badai tersebut, bagaimanapun juga, tidak luput dari kontroversi. Pada 2014, sebuah riset yang dipublikasikan oleh Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) mengindikasikan bahwa badai dengan nama perempuan biasanya memberi dampak kerusakan lebih besar.
BACA JUGA: Ngeri! Daya Hancur Badai Irma Dua Kali Lipat Bom Perang Dunia II

Warga Puerto Riko beraktivitas tanpa penerangan pasca-hantaman Badai Irma. (Foto: Reuters)
Meski demikian, Buchanan tidak sependapat dengan penemuan tersebut. "Tidak ada korelasi saintifik antara kekuatan dan ukuran badai dengan apakah mereka memiliki nama laki-laki atau perempuan," pungkas Buchanan.
(Rifa Nadia Nurfuadah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.