Harvey, Irma, Jose, Ini Cerita tentang Nama Badai-Badai yang Menerjang AS

Rifa Nadia Nurfuadah, Okezone · Sabtu 09 September 2017 15:06 WIB
https: img.okezone.com content 2017 09 09 18 1772611 harvey-irma-jose-ini-cerita-tentang-nama-badai-badai-yang-menerjang-as-Mm1RXUXANh.jpg Foto Badai Irma yang diambil National Oceanic and Atmosperic Administration (NOAA) AS, pada 2 September 2017. (Foto: dok. NOAA)

BADAI Irma bergerak ke Florida setelah menerjang Kepulauan Karibia. Sebelumnya, kawasan Texas dan sekitarnya juga porak poranda akibat hantaman Badai Harvey. Bahkan warga Amerika Serikat (AS) harus bersiap menghadapi datangnya Badai Jose yang menyusul Irma.

Mungkin Anda bertanya-tanya mengapa badai-badai besar berkategori 5 tersebut dinamai serupa orang. Nah, ternyata ada sejarah dan metodologinya sendiri, lho.


Mengutip ABC News, penamaan badai merupakan tanggung jawab kelompok metereolog internasional yaitu World Meteorological Organization (WMO). Para ahli WMO berkumpul setiap tahun untuk mendiskusikan beragam badai yang menerjang di berbagai negara. Mereka juga memutuskan kapan nama badai yang paling merusak dan mematikan akan 'dipensiunkan'. Di antara nama badai yang sudah tak lagi dipakai adalah Katrina, Rita dan Matthew.

Porak-poranda, Begini Kondisi Kota Nagua di Karibia Paska Diterjang Badai Irma

Kerusakan akibat Badai Irma di Kota Nagua, Karibia. (Foto: Reuters)

BACA JUGA: OKEZONE STORY: Menikah 75 Tahun, Harvey dan Irma Takjub dengan Badai yang Memakai Nama Mereka

Menurut Juru Bicara Badan Cuaca Nasional AS, Susan Buchanan, nama-nama badai yang dipensiunkan merujuk pada kekuatan dan seberapa merusak badai tersebut. Tetapi, anggota WMO itu belum mengetahui pasti apakah nama Badai Harvey akan dipensiunkan setelah meluluhlantakkan Texas pada Agustus lalu.

"Tidak ada yang akan melupakan Katrina atau Sandy karena mereka mengasosiasikan nama tersebut dengan badai tertentu. Tetapi saya tidak mau berspekulasi akankah WMO mempensiunkan Harvey," imbuh Buchanan.

BACA JUGA: Luluh Lantak Dihantam Badai Irma, Karibia Kembali Bersiap Diterjang Badai Jose

Paska Badai Irma Warga Puerto Riko Aktivitas dengan Penerangan Seadanya

Warga Puerto Riko beraktivitas tanpa penerangan pasca-hantaman Badai Irma. (Foto: Reuters)

Buchanan menjelaskan, sistem penamaan yang saat ini dipakai dimaksudkan untuk meminimalisasi kesulitan dalam melacak beberapa badai yang akan menerjang dalam sekali waktu.

"Mereka menamai badai untuk menghindari kebingungan dan memudahkan pencatatan dalam buku sejarah," imbuh Buchanan.

Jika ada lebih dari 21 badai pada satu musim, maka para ahli WMO akan menggunakan nama dari alfabet Yunani.

https://news.okezone.com/read/2017/09/09/18/1772597/okezone-story-menikah-75-tahun-harvey-dan-irma-takjub-dengan-badai-yang-memakai-nama-mereka?utm_source=br&utm_medium=referral&utm_campaign=news

Ratusan tahun lalu, badai-badai dinamai menggunakan nama orang-orang suci (saint). Misalnya, badai yang menerjang Puerto Rico pada 1825 dinamai Santa Ana, demikian penjelasan National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA).

Pada akhir abad ke-19, peramal cuaca dari Australia bernama Clement Wragge menjadi orang pertama yang menamai badai dengan alfabet Yunani. Menukil keterangan NOAA, Wragge lalu mulai memakai nama-nama perempuan untuk menyebut badai tropis.

BACA JUGA: Tolak Tinggalkan Anjingnya, Pria AS Ini Lebih Memilih 'Hadapi' Badai Irma

Paska Badai Irma Warga Puerto Riko Aktivitas dengan Penerangan Seadanya

Warga Puerto Riko beraktivitas tanpa penerangan pasca-hantaman Badai Irma. (Foto: Reuters)

Menurut NOAA, sekelompok tentara AS pada 1944 menyebut serangkaian badai tropis di Saipan dengan nama istri mereka. Setahun kemudian, militer mulai mempraktikkan penamaan dengan nama perempuan itu untuk menyebut badai-badai di barat Pasifik.

Pada 1953, militer mengganti metode penamaan badai yang mereka pakai yaitu menggunakan alfabet fonetik dengan memberi nama perempuan untuk setiap badai. Nama laki-laki baru dipakai oleh Pusat Badai Nasional (NHC) AS sejak 1979.

Hari ini, ahli meteorologi memakai alternatif nama perempuan dan laki-laki untuk badai serta menggilir penggunaan nama itu dengan mengacu pada 6 daftar. Keenam daftar akan dipakai hingga 2022.

"Daftar ini akan kembali digunakan kecuali suatu nama telah dipensiunkan. Jika ini terjadi, maka akan dipakai nama baru sesuai pilihan WMO," tutur Buchanan.

BACA JUGA: VIDEO: Keren! Demi Selamatkan Hewan Terjebak, Koboi Texas Terjang Banjir Pasca-Hantaman Badai Harvey

Porak-poranda, Begini Kondisi Kota Nagua di Karibia Paska Diterjang Badai Irma

Kerusakan akibat Badai Irma di Kota Nagua, Karibia. (Foto: Reuters)

Dilansir website My San Antonio, nama Irma dipilih sebagai pengganti Irene. Nama Irene dipensiunkan setelah badai tersebut menerjang pada 2011 dan menewaskan 40 orang. Kala itu, Badai Irene juga menyebabkan banjir yang merusak di sepanjang New Jersey, New York, Massachusetts dan Vermont.

Proses penamaan badai tersebut, bagaimanapun juga, tidak luput dari kontroversi. Pada 2014, sebuah riset yang dipublikasikan oleh Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) mengindikasikan bahwa badai dengan nama perempuan biasanya memberi dampak kerusakan lebih besar.

BACA JUGA: Ngeri! Daya Hancur Badai Irma Dua Kali Lipat Bom Perang Dunia II

 Paska Badai Irma Warga Puerto Riko Aktivitas dengan Penerangan Seadanya

Warga Puerto Riko beraktivitas tanpa penerangan pasca-hantaman Badai Irma. (Foto: Reuters)

Meski demikian, Buchanan tidak sependapat dengan penemuan tersebut. "Tidak ada korelasi saintifik antara kekuatan dan ukuran badai dengan apakah mereka memiliki nama laki-laki atau perempuan," pungkas Buchanan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini