OKEZONE STORY: Bagian dari Budaya, Ribuan Dukun di Tanzania Tercatat Secara Resmi

Putri Ainur Islam, Okezone · Selasa 12 September 2017 08:13 WIB
https: img.okezone.com content 2017 09 11 18 1773745 okezone-story-bagian-dari-budaya-ribuan-dukun-di-tanzania-tercatat-secara-resmi-rcBIFXCzDx.jpg "Dokter penyihir" di Tanzania. (Foto: The Vintage News)

SESUATU berbau gaib atau sihir biasanya hanya ada pada film atau buku bergenre fantasi. Namun sebenarnya, ada tempat di mana ilmu sihir adalah bagian dari budaya dan kehidupan sehari-hari. Sihir sangat umum di banyak kebudayaan Afrika, seperti memproklamirkan diri sebagai dukun dan keyakinan bahwa seseorang dapat mengubah kejadian hanya dengan kekuatan gaib yang mereka miliki, akan diberi label sihir. Di daerah tertentu di Afrika, sihir lebih kuat daripada agama. Sihir menurut mereka mungkin tidak sesuai dengan definisi sihir yang banyak orang tahu, tapi tidak ada kata lain yang dapat menggambarkan keajaiban yang terjadi di Afrika.

Meskipun ada di tempat yang berbeda di Afrika, sihir benar-benar ada di Tanzania. Ada lebih dari 75.000 dukun yang terdaftar secara resmi di negara tersebut, yang dikenal dengan nama Babu. Babu tidak memandang gender, pria dan wanita boleh menggelutinya. Selain itu Babu bukanlah tipe penyihir seperti di film-film yaitu memiliki kuali untuk membuat ramuan ajaib atau menggunakan topi runcing. Babu yang orang awan sebut sebagai dukun atau “dokter penyihir” adalah orang-orang yang menjadi "penyembuh" setelah seseorang dicurigai dirasuki oleh roh-roh.

Hampir setiap desa di Tanzania memiliki Babu yang tinggal terpisah dari yang lain, yaitu di sebuah gubuk yang jauh dari kehidupan masyarakat. Meskipun “dokter penyembuh” ini memiliki pengetahuan mendalam tentang tumbuhan lokal, penyembuhan mereka selalu didasarkan pada supranatural. Babu merupakan pertolongan pertama, ambulans, dokter, dan spesialis bagi kelainan fisik atau psikologis yang dialami masyarakat sekitar.

Bahkan ketika mereka butuh bantuan medis yang lebih modern, orang-orang terlebih dahulu meminta nasihat dari Babu. Cara mendiagnosis Babu pun terbilang beda dari “dokter” pada umumnya. Diagnosis mereka merupakan hasil dari mimpi Babu yang dikunjungi oleh nenek moyang atau roh. Oleh karena itu, mereka sangat dihormati karena kemampuannya berhubungan dengan dunia spiritual.

Menurut penelitian yang dilakukan pada 2010 oleh Pew Research Center, dilansir dari The Vintage News, Selasa (12/9/2017), sebanyak 25.000 wawancara tatap muka dilakukan di 19 negara Afrika, 93% orang Tanzania mengatakan bahwa mereka percaya pada ilmu sihir. Dalam sebuah wawancara, seorang dukun bernama Manyaunyau bercerita ia berhenti dari pekerjaannya sebagai sopir bus dan pemancing ikan. Ia menjelaskan bagaimana dia mengganti namanya dan menjadi seorang dukun. Dia mengatakan bahwa pada saat pemilu, para dukun sangat dihormati karena hampir semua politisi mengunjungi mereka agar menang.

Selain itu, banyak orang di Tanzania dicurigai mempraktikkan ilmu sihir. Mereka tidak akan mengunjungi rumah orang yang dicurigai sebagai penyihir dan akan menghindari orang yang dianggap melakukan sihir. Intinya apa pun yang mereka curigai, kapan pun keadaan tiba-tiba berubah, kapan pun seseorang jatuh sakit, kapan pun terjadi kecelakaan, mereka akan menganggap itu semua karena sihir. Oleh karena itu, keperluan mereka kepada Babu sama halnya kebutuhan manusia terhadap makanan yaitu agar bisa bertahan hidup.

Bahkan dalam sebuah artikel, seorang pengacara Tanzania mengatakan bahwa ilmu sihir adalah sebuah premis yang mendasari banyak kasus. Tidak seperti mereka yang percaya bahwa ilmu pengetahuan bertentangan dengan ilmu sihir, pengacara yang pastinya mendapatkan pendidikan dari universitas ini percaya akan adanya sihir dan sangat menghormatinya sebagai bagian dari budayanya.

Masalah serius lainnya di Tanzania adalah perburuan terhadap orang albino. Dipercaya bahwa beberapa bagian tubuh dari manusia albino membuat mereka kaya, sehingga orang-orang dengan kondisi albino terus-menerus takut akan kehidupan mereka. Mereka dipaksa meninggalkan rumah mereka dan pindah ke kota-kota besar untuk menyelamatkan diri dari perburuan.

Mungkin orang di luar sana cenderung melihatnya sebagai sesuatu hal yang negatif. Namun meski orang Tanzania takut akan hal yang berbau sihir bahkan membuat mereka berperilaku tidak masuk akal, namun sihir adalah bagian dari budaya mereka dan tidak bisa dihilangkan sampai kapan pun. (pai)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini