Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Heboh Kasus Debora, Izin RS Mitra Keluarga Dipertanyakan, Djarot: Saya Enggak Tahu

Muhammad Iqbal , Jurnalis-Senin, 11 September 2017 |12:59 WIB
Heboh Kasus Debora, Izin RS Mitra Keluarga Dipertanyakan, Djarot: Saya Enggak Tahu
Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat (Foto: Iqbal/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Djraot Saiful Hidayat mengaku belum mengetahui pihak yang mengeluarkan izin Rumah Sakit Mitra Keluarga di Kalideres Jakarta Barat. Namun begitu pihaknya mengaku akan mendorong pihak rumah sakit swasta untuk bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Bayi malang Debora yang diklaim meninggal akibat minimnya pelayanan di Rumah Sakit Swasta Mitra Keluarga pekan lalu seketika menjadi sorotan publik. Pasalnya, nasib tragis yang menimpa bayi malang tersebut akibat kelalaian rumah sakit dalam menangani pasien.

Hingga saat ini banyak pihak yang mempertanyakan izin dari pengoperasian rumah sakit tersebut. Meski begitu, Djarot mengaku belum mengetahui pasti persoalan pemberian izin operasional rumah sakit tersebut.

"Saya eggak tahu izinnya itu, saya enggak tahu izinnya itu yang keluarkan Pemprov atau yang keluarkan Pemerintah Pusat kementerian kesehatan, kami enggak ngerti," ucap Djarot di Balai Kota Jakarta, Senin (11/9/2017).

Meski begitu, dia saat ini akan lebih menekankan kerja sama dengan pihak rumah sakit swasta agar tergabung dalam mitra BPJS Kesehatan. Hal tersebut dilakukan untuk lebih memaksimalkan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat.

"2019 harusnya bisa BPJS, tapi kan kita enggak tahu Debora-Debora lain dalam waktu dekat gimana? Makanya kami dorong seperti itu," tuturnya.

Baca juga: Bayi Debora Diduga Ditelantarkan, Menteri Yohana: Setiap Anak Punya Hak untuk Hidup

Menurut dia, seharusnya pihak rumah sakit memberikan pelayanan maksimal terlebih dahulu terhadap pasien rumah yang mengalami situasi darurat, barulah merujuk pasien ke rumah sakit pemerintah.

"Layani dulu, kalau kondosinya enggak mau betul, kondisinya sudah stabil rujuk ke kami, kami akan tangani, tapi tangani dulu di sana supaya stabil. Jangan ketika enggak stabil dan masih butuh itu, jangan langsung dirujuk saja tanpa ditangani nanti malah meninggal di perjalanan," ujar dia.

(Ranto Rajagukguk)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement