nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Suu Kyi akan Sampaikan Pidato Nasional Terkait Rohingya Pekan Depan

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Rabu 13 September 2017 19:34 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 09 13 18 1775316 suu-kyi-akan-sampaikan-pidato-nasional-terkait-rohingya-pekan-depan-nvrC6nxKrX.jpg Pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi (Foto: Thein Zaw/Associated Press)

NAYPYIDAW – Mata dunia tertuju kepada Myanmar dalam dua pekan terakhir menyusul aksi kekerasan yang terjadi di Rakhine State. Jari para tokoh dunia lantas menunjuk hidung Pemimpin de facto, Aung San Suu Kyi.

Perempuan berusia 72 tahun itu selama ini memang bungkam seribu bahasa terhadap konflik yang terjadi di Rakhine State. Sikap tersebut disayangkan para tokoh dunia mengingat Aung San Suu Kyi adalah salah satu penyandang gelar Nobel Perdamaian.

Namun, kabar terbaru menyebutkan perempuan kelahiran Yangon itu akan berbicara mengenai etnis Rohingya. Mengutip dari Independent, Rabu (13/9/2017), menurut juru bicaranya, Aung San Suu Kyi akan melakukan pidato nasional pada pekan depan terkait krisis yang menimpa etnis Rohingya.

BACA JUGA: Nah Lho, Suu Kyi Dipastikan Absen di Sidang Umum PBB, Diduga karena Krisis Rohingya

Sebelumnya, Aung San Suu Kyi dipastikan tidak hadir dalam Sidang Umum PBB di New York, Amerika Serikat (AS). Kepastian itu disampaikan oleh juru bicaranya Aung Shin. Belum diketahui apa penyebab absennya putri mendiang Jenderal Aung San tersebut. Ada dugaan ia takut dicecar terkait krisis di Rakhine State.

“Dia tidak pernah takut menghadapi kritik atau menghadapi masalah. Mungkin dia punya banyak masalah mendesak untuk diurus,” kata Aung Shin dalam sebuah pernyataan.

Pada pidato pertamanya di Sidang Umum PBB 2016, Suu Kyi membela usaha pemerintahnya dalam menyelesaikan krisis mengenai perlakuan terhadap minoritas Muslim di Rakhine. Itu adalah pidato pertama ibu dua orang putra tersebut sebagai pemimpin Myanmar.

Terkait Sidang Umum PBB, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan akan membawa isu Rohingya dalam pertemuan tersebut. Ketua Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) itu ingin agar isu Rohingya dapat didengar langsung oleh para pemimpin dunia yang hadir.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini