Image

Begini Kronologi Lengkap Operasi Tangkap Tangan Bupati Batubara OK Arya

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Kamis, 14 September 2017 - 18:49 WIB
Konferensi pers KPK hasil OTT Bupati Batubara OK Arya (Wahyu/Antara) Konferensi pers KPK hasil OTT Bupati Batubara OK Arya (Wahyu/Antara)

JAKARTA - Satuan Tugas (Satgas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melancarkan operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Batubara, Sumatera Utara, pada Rabu ‎13 September 2017. Hasilnya Bupati Batubara OK Arya Zulkarnaen diringkus KPK atas dugaan suap proyek infrasrtuktur.

Selain OK Arya Zulkarnaen, KPK juga menciduk tujuh orang lainnya yakni pemilik dealer mobil di Batubara, Sujendi Tarsono; Kadis PUPR Pemkab Batubara, Helman Hendardy; dua orang kontraktor Maringan Situmorang dan Syaiful Azhar; Staf Pemkab Batubara, AGS; pihak swasta, KHA; dan Sopir Istri OK Arya, MNR.

Dalam konferensi pers, Kamis (14/9/2017), pimpinan KPK membeberkan kronologis OTT tersebut sebagai berikut :

Tanggal 12 September 2017

- Bupati Batubara‎ OK Arya meminta Sujendi agar menyiapkan uang Rp250 Juta yang akan diambil oleh pihak swasta berinisial KHA di dealer mobil milik Sujendi di daerah Kota Medan, pada tanggal 13 September 2017.

Tanggal 13 September 2017

- ‎sekira pukul 12.44 WIB, KHA masuk ke dealer mobil milik Sujendi yang tak lama kemudian keluar lagi dengan membawa sebuah kantong plastik hitam

 

Konferensi pers OTT Bupati Batubara (Arie/Okezone)

-Kemudian, Satgas pun mengikuti pergerakan KHA dan mengamankan KHA di sebuah jalan yang akan menuju Amplas. Didalam mobil tersebut, Satgas mengamankan uang tunai Rp250 juta dalam kantong plastik hitam.

-Kemudian, KHA kembali dibawa oleh Satgas ke dealer mobil milik Sujeni tersebut. Dari dealer tersebut, KPK mengamankan Sujendi beserta dua karyawannya. Keempatnya dibawa ke Mapolda Sumatera Utara untuk diperiksa.

(Baca juga: Melonjak Rp2 Miliar dalam 2 Tahun, Ini Total Kekayaan Bupati Batubara yang Kena OTT KPK)

-Sekira pada pukul 13.00 WIB, tim pun mengamankan kontraktor, Maringan Situmorang, dirumahnya di daerah Kota Medan.

-Sekira sore menjelang Maghrib, tim mengamankan seorang kontraktor lainnya yakni, Syaiful Azhar di kediamannya di daerah Medan Sunggal.

-Tim bergerak kembali dan kembali mengamankan Kadis PUPR Kabupaten Batubara, Helman Hendardy di ‎rumahnya di Medan.

 (Baca juga: Resmi, KPK Tetapkan Bupati Batubara dan 4 Sejawatnya Tersangka Suap)

-Sedangkan, di Kabupaten Batubara, tim yang berbeda mengamankan Bupati Batubara, OK Arya Zulkarnaen sekira pukul 15.00 WIB. OK Arya diamankan bersama Sopir istrinya, MNR di Rumah Dinas Bupati.

-Dari tangan Bupati Batubara tersebut, tim menyita uang tunai Rp96 Juta.‎ Uang tunai tersebut diduga sisa dana yang disetor Sujendi kepada AGS, Staf Pemkab Batubara, atas permintaan Bupati sebesar Rp100 Juta.

 

OK Arya Zulkarnaen saat tiba di Mapolda Sumut (Antara)

-Setelah itu, tim bergerak mengamankan AGS dirumahnya di Kabupaten Batubara. Dari lokasi, tim mengamankan buku tabungan BRI atas nama AGS yang berisikan uang transfer.

 (Baca juga: Kena OTT KPK, Ini Sosok Bupati Batubara OK Arya Zulkarnaen)

-Setelah mengamankan kedelepan orang tersebut, tim melakukan pemeriksaan awal di Mapolda Sumatera Utara.

Tanggal 14 September 2017

-Kedelapan‎ orang tersebut pun tiba di kantor KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, sekira pukul 01.00 WIB dini hari.

Setelah dilakukan pemeriksaan intensif, KPK menetapkan lima orang sebagai tersangka terkait kasus dugaan suap pengurusan sejumlah proyek pembangunan infrastruktur di lingk‎ungan Kabupaten Batubara, Sulawesi Utara.

‎Kelimanya yakni, Bupati Batubara, OK Arya Zulkarnain; Kadis PUPR Batubara, Helman Herdadi; Pemilik Dealer Mobil di Kabupaten Batubara, Sujendi Tarsono, serta dua kontraktor, Maringan Situmorang dan Syaiful Azhar.‎

"KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan dan menetapkan lima orang sebagai tersangka," kata Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata saat konferensi pers dikantornya, Ja‎lan Kuningan Persada, Jakarta Selatan‎.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming