Kenapa anak saya setelah meninggal harus disiksa lagi Pak Presiden? Hilarius diadu seperti binatang di arena sorai-sorai anak MY dan BM. Meninggal karena dalam kondisi jatuh ditarik kakinya diinjak ulu hatinya, jantungnya diinjak, mata memutih. Hila berusaha bangun dan saat sakratul maut kejang-kejang dipukul di bagian kepala enam kali pukulan di kepala dan Hila meninggal di TKP di lapangan SMU Negeri 7 Indrapasta Bogor atas suruhan promotor dari MY DO an untuk pukul Hila yang belum KO katanya. Saat Hila ingin mundur tidak mau berkelahi, pinggang Hila ditendang oleh Ketua Osis Budi Mulya yang saat itu menjabat, hingga Hila meninggal dalam hitungan detik atau beberapa menit dan mereka pelakunya ini tidak dihukum Pak.
Hanya yang saat itu sedang berkelahi saja yang dikeluarkan dari sekolah. Sementara promotor acara Bom Bom An dr Do dan Budi Mulya ini masih bebas berkeliaran tak ada tanggung jawab secara moral, hanya uang pemakaman saja. Bapak Presiden, saya memohon Pak supaya ada penyempurnaan peraturan hukum untuk kekerasan yang mengakibatkan tunas bangsa harapan negara dan orangtua nya nyawa nya hilang tanpa belas kasih. Biar mereka pembunuhnya masih di bawah umur, tapi akibatnya tetap sama, hilang nyawa orang lain. Saya sedih dan hancur Bapak Presiden. Mohon Bapak membantu saya untuk solusi keadilan.
(Rizka Diputra)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.