Pelaksanaannya diawali bergulirnya Festival Reog Nasional yang diikuti puluhan kelompok, bahkan tahun ini mencapai 40 grup, berasal dari dalam dan luar Kabupaten Ponorogo. Waktu berlangsung juga cukup panjang, bisa empat sampai seminggu penuh. Kemudian dari puluhan grup tersebut, dipilih yang terbaik.
Puluhan kelompok reog yang terdiri dari dadak merak, jathil, dan bujangganong itu kemudian mengadakan parade di jalanan kota. Masyarakat pun semangat menyaksikannya hingga seakan tumpah ruah.
Lalu pada sehari sebelum 1 Suro, dalam rangkaian Grebeg Suro diadakan Pawai Lintas Sejarah dan Kirab Pusaka dari kota lama ke kota tengah. Tradisi ini untuk mengenang perpindahan pusat pemerintahan Kabupaten Ponorogo dari kota lama ke kota tengah.
Parade reog ponorogo. (Foto: Ist)