Dia membenarkan jika pihak rektorat memiliki kekhawatiran Nurul memanfaatkan momen tersebut sebagai ajang kampanye. Sebab, Nurul saat ini merupakan kandidat calon wali Kota Bandung dari Partai Golkar.
"BEM enggak konfirmasi dulu sama rektorat, jadi enggak diizinkan, takutnya ada unsur politik," ungkapnya.
"Meski mbak Nurul bilang bukan kampanye, mungkin sedikit-banyak pasti ada aja," ucap Teguh.
Disinggung soal tanggapan kekesalan Nurul dan rencana meminta maaf, ia belum memastikannya. "Nanti kami koordinasikan dengan wakil rektor bagaimana ke depannya," tuturnya.
Teguh mengatakan, bagi Unla sebenarnya sebuah keuntungan bisa didatangi oleh tokoh nasional seperti Nurul Arifin. Tapi, saat ini momentumnya tidak pas.
(Risna Nur Rahayu)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.