Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Mampu Usung Calon Tanpa Koalisi di Pilgub Jabar, PDIP: Komunikasi Politik Tetap Jalan

Reni Lestari , Jurnalis-Sabtu, 23 September 2017 |06:15 WIB
Mampu Usung Calon Tanpa Koalisi di Pilgub Jabar, PDIP: Komunikasi Politik Tetap Jalan
PDIP (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Kendati bisa mengusung calon sendiri tanpa koalisi, PDI Perjuangan belum menentukan sikap resmi jelang Pilgub Jawa Barat 2018. Ketua DPP PDI-P Hendrawan Supratikno menegaskan pihaknya terus melakukan komunikasi dengan semua pihak.

"Kami terus-menerus komunikasi politik dengan banyak pihak," kata Hendrawan kepada Okezone, Sabtu (23/9/2017).

PDI-P diketahui tengah menjajaki koalisi dengan Partai Golkar yang berencana mengusung Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi. Meski demikian, partai berlambang banteng merah ini belum memastikan akan mendukung bakal calon gubernur yang diusung Golkar.

Hendrawan melanjutkan, pihaknya enggan terburu-buru memutuskan sikap dalam perebutan kursi Jabar-1 tersebut. Proses komunikasi politik dibiarkan terus bergulir selama belum ada instruksi resmi dari ketua umum.

"Dalam posisi seperti ini kami tenang, santai-santai saja, sikap terbaik adalah menunggu," kata dia.

PDI-P sebelumnya diketahui juga membidik Wali Kota Bandung Ridwan Kamil yang memuncaki tingkat elektabilitas calon. Komunikasi politik secara intens pun telah terjalin, namun belakangan keduanya pecah kongsi lantaran Ridwan Kamil menyatakan akan maju sebagai Calon Gubernur Jawa Barat dan enggan menjadi kader PDI-P.

Ridwan kemudian dideklarasikan oleh Partai Nasdem sebagai Cagub. Namun, dengan kepemilikan hanya lima kursi di DPRD Jabar, Ridwan membutuhkan setidaknya 15 kursi tambahan untuk bisa maju. Ridwan kemudian diisukan akan diusung Golkar, melalui surat pencalonan dari DPP yang menduetkannya dengan anggota DPR Fraksi Golkar Daniel Mutaqien Syafiuddin. Sekjen Golkar Idrus Marham membantah pihaknya pernah mengeluarkan surat tanpa nomor dan tanggal tersebut.

Semntara di poros lain, koalisi Gerindra-PKS berencana merombak duet Deddy Mizwar-Ahmad Syaikhu. Gerindra menilai sosok Ahmad Syaikhu kurang kuat unuk mendampingi Deddy Mizwar.

(Mufrod)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement