nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dukung Sanksi PBB, China Batasi Ekspor Minyak Bumi ke Korut Mulai 1 Oktober

Djanti Virantika, Jurnalis · Senin 25 September 2017 13:27 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 09 25 18 1782472 dukung-sanksi-pbb-china-batasi-ekspor-minyak-bumi-ke-korut-mulai-1-oktober-pvdbwNhert.jpg Bendera China. (Foto: Daily Star)

BEIJING – Sanksi yang diberikan oleh Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terhadap Korea Utara (Korut) mendapat banyak dukungan dari berbagai negara. Kali ini dukungan ditunjukkan oleh Pemerintah China.

Sebagaimana diberitakan BBC, Senin (25/9/2017), Pemerintah Negeri Tirai Bambu memutuskan untuk membatasi perdagangan minyak dan menghentikan perdagangan tekstil ke Korea Utara. Keputusan ini disampaikan pada Sabtu 23 September. Tindakan tersebut merupakan sikap keras yang ditunjukkan Pemerintah China menyusul uji coba terbaru yang dilakukan Korut pada bulan ini.

BACA JUGA: Korut Luncurkan Rudal Lagi, Jepang Minta Warganya Cari Perlindungan

Sebuah pernyataan dari Kementerian Perdagangan China mengatakan pembatasan produk minyak bumi ke Korut akan mulai berlaku pada 1 Oktober. Sedangkan untuk gas alam cair akan menyusul secepatnya. Mereka juga akan berhenti membeli tekstil dari negara yang terisolasi secara politis tersebut.

Rezim Kim Jong-un tampaknya akan semakin menderita setelah China membuat keputusan ini. Pasalnya, China sendiri adalah mitra dagang terpenting dan satu-satunya sumber mata uang Pyongyang. Larangan perdagangan tekstil tentu akan merugikan pendapatan Korut. Apalagi, ekspor minyak China merupakan sumber utama produk minyak bumi Korut.

Berdasarkan resolusi PBB, China masih dapat mengekspor minyak mentah ke Korut maksimal 2 juta barel setiap tahunnya. Keputusan ini berlaku mulai tahun depan. Jumlah ini tentunya mengalami penurunan yang besar. Sebab pada 2016, Korut mengimpor minyak mentah dari China sebesar 6.000 barel setiap harinya atau setara dengan hampir 2,2 juta barel per tahun.

BACA JUGA: Khawatir Disanksi, Bank-Bank China Hentikan Terima Uang dari Korut

Larangan ekspor tekstil yang diterapkan PBB juga akan membuat Korut menderita. Pasalnya, tekstil merupakan komoditas ekspor yang terbesar kedua di Pyongyang. Akibat pelarangan ini, pendapatan Korut diperkirakan akan terpotong lebih dari USD700 juta per tahun atau sekira Rp9,3 triliun.

China dan Rusia awalnya menentang proposal AS karena melarang sepenuhnya ekspor minyak ke Korut. Namun, mereka kemudian menyetujui keputusan itu setelah sanksi yang akan diberikan dikurangi.

Korea Utara memang melakukan impor minyak dalam jumlah besar setiap tahunnya. Sebab, produksi energi di negara tersebut sangatlah sedikit.

BACA JUGA: Dilarang Impor BBM oleh PBB, Harga Bensin & Solar di Korut Melonjak hingga 50%

Akibat sanksi ini, harga bahan bakar minyak (BBM) di Pyongyang mengalami kenaikan. Sejak 13 September, harga bensin di Pyongyang melonjak 45,1% menjadi USD2,51 per kilogram (kg) atau sekira Rp33.230, dari sebelumnya USD1,73 per kg atau sekira Rp22.900.

Harga solar di Korut juga mengalami kenaikan. Harga melonjak hingga 61,5% menjadi USD2,10 per kg atau sekira Rp27.800 dari awalnya USD1,30 atau sekira Rp17.210 per kilogram. (DJI)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini