Kerena jumlah petarung seimbang, pertarungan itu berlanjut menjadi satu lawan satu. Saat bertarung, Hilarius mendapat lawan BV dimana memiliki postur tubuh yang besar dan lebih kuat dari pada korban.
Saat bertarung, Hilarus berhasil dijatuhkan BV dengan cara merunduk lalu mengambil kaki kanan korban. Tidak sampai disitu, BV kemudian menyerang (menyundul) perut korban menggunakan kepalanya.
Ketika terjatuh, tersangka BV langsung berusaha menendang bagian perut Hilarius beberapa kali. Tak puas, BV kemudian menyeret kaki Hilarius namun sempat terlepas karena melakukan perlawanan.
Melihat hal itu, BV langsung naik di atas badan Hilarius yang berada di bawah dan memukul wajah beberapa kali hingga tidak sadarkan diri. Tersangka BV akhirnya menghentikan pukulannya ke korban.
Setelah berhenti, BV mendengar teriakan siswa lainnya untuk kembali menyerang karena korban dirasa belum memberikan tanda menyerah. BV pun kembali menyerang korban yang sudah tidak berdaya hingga dipisahkan wasit dan teman korban.
Melihat sudah tidak begerak, korban dibawa saung di area taman untuk diberi pertolongan. Karena masih tidak sadar, korban dilarikan ke RS Azra dengan motor namun dinyatakan sudah meninggal dunia.