Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

OKEZONE STORY: Tertembak di Tragedi G30S/PKI, Ade Irma Suryani Tetap Tegar dan Minta Kakaknya Tidak Menangis

Hantoro , Jurnalis-Sabtu, 30 September 2017 |07:31 WIB
OKEZONE STORY: Tertembak di Tragedi G30S/PKI, Ade Irma Suryani Tetap Tegar dan Minta Kakaknya Tidak Menangis
Hendrianti Sahara, kakak Ade Irma Suryani, menceritakan tragedi G30S/PKI. (Foto: Seputar Indonesia RCTI)
A
A
A

ADE Irma Suryani menjadi salah satu korban kekejaman oknum tentara bernama Gerakan 30 September (G30S). Putri bungsu dari Jenderal Besar Dr Abdul Haris Nasution itu ditembak pasukan Tjakrabirawa yang hendak menculik sang ayah. Namun Ade Irma tidak tewas di rumahnya, Jalan Teuku Umar Nomor 40, Menteng, Jakarta Pusat, tapi setelah beberapa hari mendapat perawatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto.

Mengutip dari wawancara Seputar Indonesia dengan kakak Ade Irma yakni Hendrianti Sahara, Sabtu (30/9/2017), terungkap gadis kecil tersebut sangat tegar menghadapi serangan para pemberontak. Ia tetap sadar di pelukan sang ibu, Johanna Sunarti, meski bersimbah darah akibat terjangan peluru.

"Alhamdulillah tidak pingsan, masih bisa berbicara sama saya. 'Kakak jangan menangis.' Dan masih menanyakan, 'Kenapa ayah ditembak, Mama?' Itu masih saya lihat semua, (dengar) suara dia itu. Dan saya melihat semua darah-darah dia itu. Saya masih ingat semua itu," ujar Ibu Yani –sapaan akrabnya.

(Baca: OKEZONE FILES: Di Hari Ulang Tahun Ibunda, Lettu Pierre Tendean Jadi Korban Tewas G30S/PKI)

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement