nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Astaga! 100.000 Warga Rohingya Berkumpul di Perbatasan Myanmar-Bangladesh untuk Bergabung dengan Pengungsi Lainnya

Putri Ainur Islam, Jurnalis · Jum'at 06 Oktober 2017 20:52 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 10 06 18 1790464 astaga-100-000-warga-rohingya-berkumpul-di-perbatasan-myanmar-bangladesh-untuk-bergabung-dengan-pengungsi-lainnya-JmirmrgncW.jpg Pengungsi Rohingya. (Foto: Reuters)

COX’S BAZAR - Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) pada mengatakan sebanyak 100.000 Muslim Rohingya telah berkumpul di dekat perbatasan Myanmar untuk bergabung dengan 515.000 pengungsi yang telah melarikan diri ke Bangladesh terlebih dahulu.

Hal itu diperkuat dengan pernyataan Juru bicara organisasi PBB, Joel Millman, yang mengatakan sekira 2.000 pendatang baru per hari saat ini tercatat di kota pesisir Bolex, Cox's Bazar.

 "Ribuan pengungsi baru menunggu untuk melintasi perbatasan dari Buthidaung, sebuah kota di negara bagian Rakhine yang bergolak di Myanmar, '' katanya, mengutip pengamat di daerah tersebut, dilansir dari Vanguard, Jumat (6/10/2017).

Eksodus dari Myanmar ke Bangladesh dimulai pada akhir Agustus, setelah gerilyawan Rohingya menyerang pos polisi di Rakhine dan memicu operasi keamanan besar oleh junta militer Myanmar. Berbagai pejabat dan badan PBB telah menyatakan kekhawatiran atas pelanggaran yang diduga dilakukan sebagai bagian dari operasi ini, termasuk tindakan genosida, pembunuhan, pemerkosaan, dan pemindahan paksa.

BACA JUGA: Bahas Pemulangan Warga Rohingya dengan Myanmar, Pejabat Bangladesh: Krisis Ini Tak Selesai dengan 1 Pertemuan

"PBB telah mengajukan dana USD430 juta untuk meningkatkan upaya bantuan pengungsi Rohingya di Bangladesh. Banyak dari mereka yang tiba di Cox's Bazar kekurangan gizi, lebih dari 200.000 orang membutuhkan bantuan makanan, termasuk 145.000 anak-anak," ungkap pihak IOM.

Sekadar diketahui, sempat bereaksi keras terhadap pengungsi Muslim Rohingya, sikap Pemerintah Bangladesh kini mulai melunak. Bangladesh melonggarkan pembatasan terhadap kelompok bantuan yang bekerja di kamp pengungsi.

BACA JUGA: Alhamdulillah! Bangladesh Buka Pintu dan Minta Bantuan untuk Muslim Rohingya

Bahkan, Bangladesh juga meminta dana USD250 juta dari Bank Dunia untuk mendanai bantuan darurat. Langkah ini diambil Bangladesh setelah kedatangan lebih dari 435 ribu muslim Rohingya dari Myanmar yang memenuhi area perbatasan mereka.

Selain itu, Bangladesh membuka juga telah membuka pembicaraan dengan Myanmar. Pembicaraan tersebut dilakukan untuk menjamin kembalinya lebih dari setengah juta pengungsi Muslim Rohingya ke Myanmar yang sebagian besar telah tiba di Bangladesh sejak akhir Agustus.

Perdana Menteri (PM) Bangladesh Sheikh Hasina menyerukan diakhirinya kekerasan dan berdirinya zona aman di Myanmar untuk memungkinkan pengungsi kembali. PM Hasina juga meminta misi pencarian fakta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk pergi ke Myanmar dan menerapkan rekomendasi untuk memecahkan masalah di Rakhine yang disusun oleh sebuah tim yang dipimpin oleh mantan sekretaris jenderal PBB Kofi Annan.

(pai)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini