Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

OKEZONE STORY: Kisah Satu Keluarga yang Melarikan Diri ke Hutan dari Perang Vietnam dan Bertahan Selama 41 Tahun

Rufki Ade Vinanda , Jurnalis-Senin, 09 Oktober 2017 |08:01 WIB
OKEZONE STORY: Kisah Satu Keluarga yang Melarikan Diri ke Hutan dari Perang Vietnam dan Bertahan Selama 41 Tahun
Keluarga Ho bersembunyi di hutan selama 40 tahun menghindari perang. (Foto: Outdoor Revival)
A
A
A

SETELAH lebih dari 4 dekade lamanya sebuah keluarga yang terdiri dari ayah dan anak akhirnya bisa kembali melihat dunia luar. Pasangan ayah dan anak tersebut sebelumnya diketahui hidup di hutan layaknya orang suku pedalaman karena melarikan diri dari Perang Vietnam.

Sekira 41 tahun lalu, Ho Van Thanh yang kini berusia 82 tahun merasa hidupnya hancur ketika perang berlangsung. Sebuah bom menghantam rumah tempat tinggalnya dan membunuh baik istri dan anaknya yang lain. Yang tersisa hanya Tanh dan anak laki-lakinya yang masih kecil.

Merasa putus asa dan takut kembali kehilangan satu-satunya anggota keluarga yang ia miliki, Tanh kemudian memutuskan membawa putranya ke dalam hutan. Selama puluhan tahun, mereka tak pernah berhubungan dengan manusia lain. Barulah pada 2013, ketika Vietnam telah damai keberadaan pasangan ayah dan anak itu mulai tercium.

Seorang warga tak sengaja melihat keberadaan Tanh dan anaknya. Warga yang tak disebutkan namanya itu, kemudian melaporkan penemuannya ke polisi dan pihak berwenang. Mereka ditemukan di bagian terpencil sebuah hutan dan tinggal di sebuah gubuk yang dibangun dari tanaman. Saat ditemukan, Tanh dalam kondisi sudah sakit-sakitan.

Sumber: YouTube/NTDTV

Pria yang melakukan segala cara untuk melindungi anaknya itu bahkan sudah tidak sanggup berjalan hingga harus ditandu oleh para petugas. Melansir Outdoor Revival, Senin (9/10/2017), anak Tanh bernama Ho Van Loan dan ia dibawa ke hutan saat baru berusia 1 tahun. Hidup di hutan, Tanh dan anaknya membuat baju dari kulit kayi kering.

Hidup jauh dari peradaban, mereka membuat peralatan sendiri untuk bertahan hidup seperti pisau dan anak panah untuk berburu hewan sebagai sumber makanan. Salah satu hewan yang sering mereka makan adalah kelelawar. Kini setelah diselamatkan, mereka masih merasa takut untuk berinteraksi dengan dunia luar.

"Mereka masih merasa takut meski sekarang keduanya tinggal di daerah terpencil. Ditatap orang saja membuat mereka terganggu. Mereka tidak tahu bagaimana cara berbicara bahasa Kinh. Mereka hanya tahu beberapa kata bahasa minoritas etnis Cor dan menggunakan bahasa tubuh untuk mengekspresikan yang mereka rasakan," ujar seorang petugas berwenang, Le Van Vuong.

Seorang keponakan Tanh, Ho Vien Bien akhirnya kembali dipertemukan dengan pamannya. Bien mengaku, tahu jika pamannya melarikan diri ke hutan. Tapi ia tidak menyangka jika pamannya masih hidup.

"Paman saya sekarang kesulitan berbicara dan ia bahkan kerap menolak makan atau pun minum," ujar Bien.

Baik Tanh dan Loan hanya bisa berbicara dengan bahasa daerah Kor. Selama hidup di hutan, tentunya Loan tidak menempuh pendidikan formal dan membuatnya tak bisa berhitung. Mereka hidup di hutan dengan baik tanpa kekuarangan makanan dan minum.

(Rufki Ade Vinanda)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement