COX’S BAZAR - UNICEF akan membangun toilet baru di penampungan etnis Rohingya dan permukiman di distrik Cox's Bazar, Bangladesh, untuk memberikan sarana sanitasi yang mumpuni kepada sekira 250 ribu orang. Dibangunnya toilet tersebut juga untuk mencegah wabah penyakit seperti kolera.
UNICEF dan Kementerian Penanggulangan Bencana dan Bantuan Bangladesh sepakat bahwa Divisi Angkatan Bersenjata Bangladesh akan membangun 10 ribu toilet di Cox's Bazar secepat mungkin dengan total biaya sebesar USD1,5 juta atau sekira Rp20 miliar. Selain itu, mereka juga melaksanakan program percepatan pembangunan toilet untuk para pengungsi di kamp-kamp di dua kecamatan di distrik Cox's Bazar.
BACA JUGA: Akhiri Kekerasan di Rakhine, Militan Rohingya Klaim Siap Berdamai
"Sudah ada laporan tentang penyakit yang ditularkan lewat air dari pusat kesehatan di kamp-kamp tersebut," kata Edouard Beigbeder, Perwakilan UNICEF di Bangladesh, dilansir dari Bernama, Jumat (13/10/2017).
"Wabah penyakit adalah sesuatu bencana yang nyata bagi penghuni kamp dan juga dapat memengaruhi populasi tuan rumah. Kami perlu meningkatkan sarana sanitasi di sana," tambah Beigbeder.
BACA JUGA: Wah! 11 Ribu Pengungsi Rohingya Banjiri Bangladesh Tiap Harinya
UNICEF akan memberikan kontribusi secara finansial dan teknis kepada kementerian dalam usaha kesehatan masyarakat ini, termasuk mitra sektor air, sanitasi, dan kebersihan, yang akan menyediakan lokasi.
Toilet dengan perkiraan biaya masing-masing USD147 atau Rp1,9 juta, juga akan secara teratur didesinfeksi melalui penyemprotan larutan klorin sehingga tidak menjadi sumber kontaminasi.
Sekadar diketahui, sebelumnya imunisasi kolera besar-besaran digelar di Cox’s Bazar. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, imunisasi dilakukan agar warga Rohingya yang baru datang dan komunitas Bangladesh tidak terkena penyakit mematikan. Sebanyak 900 ribu vaksin didistribusikan, termasuk 650 ribu vaksin yang akan dibagikan selama 10 hari dan 250 ribu vaksin yang khusus diberikan kepada anak-anak.
”Vaksinasi tidak akan menolong jika perbaikan air, sanitasi, dan higienitas tidak didukung penuh,” ungkap Paranietharan. ”Fasilitas sanitasi belum memenuhi standar. Itu semua perlu ditingkatkan dengan cepat,” tukasnya.
(pai)
(Rifa Nadia Nurfuadah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.