Rumah yang ia tinggali tak kalah sempit. Hanya berukuran sekitar 2 x 4 meter saja. Ruangan sesempit itu sudah merupakan ruang tidur, duduk, masak, dan kamar mandi/wc. Jadi satu ruangan itu. Tak ada perabot kecuali amben buat tidur/duduk. Bu Sri ini sendiri karena tidak nikah dan jelas tak punya anak. Sedang saudara entah di mana jluntrungnya. Untuk hidup makan minum kesehariannya dibantu tetangga.
Juga diambilkan dan dibantu pihak RT yang mengalokasikan kas arisan untuk biaya hidup mbah e ini. Hingga dijadwal bergantian siapa yang giliran bantu ngopeni makan minumnya. Beberapa kru Ponorogo Peduli yang ikut baksos, hanya satu dua yang bisa masuk gang dan rumahnya. Itupun bergantian karena sempitnya lokasi. Mereka sempat sempat kepikiran, andai suatu saat nanti si mbah sakit parah atau ninggal, Bagaimana cara mengeluarkan badan mbah e ini dr rumahnya?.
Ya Alloh...rasanya sudah tak ada lagi kata untuk melanjutkan kisah derita hambamu ini. Monggo jika ada para dermawan yang mau berbagi rezeki, bisa kita bantu salurkan atau juga disilakan jika mau bantu lngsung ke TKP.
(Rizka Diputra)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.