nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Putra Wartawan Malta yang Tewas Dibom: Ibu Dibunuh karena Membela Supremasi Hukum

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Selasa 17 Oktober 2017 19:36 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 10 17 18 1797283 putra-wartawan-malta-yang-tewas-dibom-ibu-dibunuh-karena-membela-supremasi-hukum-hsmZfR003c.JPG Daphne Caruana Galicia adalah seorang wartawan anti-korupsi terkemuka di Eropa (Foto: Darrin Zammit Lupi/Reuters)

VALLETTA – Dunia jurnalistik diselubungi kabar duka setelah wartawan Malta, Daphne Caruana Galizia, tewas tidak jauh dari rumahnya akibat serangan bom. Mobil wartawan berusia 35 tahun itu diketahui dipasangi bahan peledak oleh orang tidak dikenal sebelum dipakai untuk meninggalkan rumah.

BACA JUGA: Tragis! Mobilnya Dipasangi Bom, Blogger Anti-Korupsi Ternama di Eropa Tewas

Otoritas Malta saat ini sedang menunggu kedatangan ahli forensik dari Belanda dan agen Biro Investigasi Federal (FBI) untuk membantu penyelidikan kasus tersebut. sementara itu, putra Daphne, Matthew Caruana Galizia mengatakan, ibunya dibunuh karena sedang berupaya mengungkap korupsi politik.

“Ibuku dibunuh karena dia berdiri di atas supremasi hukum dan mereka yang berupaya melanggarnya, sebagaimana jurnalis kebanyakan. Dia juga menjadi target karena satu-satunya yang berani seperti itu,” tulis Matthew Caruana Galizia lewat akun Facebook, mengutip dari Reuters, Selasa (17/10/2017).

Pemuda itu mengungkapkan betapa hancur hatinya saat melihat kejadian tersebut. Matthew mengaku sudah berlari secepatnya menuju lokasi ledakan. Akan tetapi, ia hanya melihat mobil yang terbakar dan jenazah ibunya yang sudah hangus.

(Mobil yang ditumpangi Daphne Caruana Galizia. Foto: Darrin Zammit Lupi/Reuters)

Komisi Eropa menyebut pembunuhan tersebut sangat menakutkan dan meminta keadilan ditegakkan. Juru bicara Komisi Eropa, Margaritis Schinas mengatakan, pihaknya akan melakukan prosedur untuk mengecek apakah Malta sudah memenuhi standar Uni Eropa (UE) atau belum terkait supremasi hukum.

Sebagai informasi, Malta sedang mengajukan diri untuk bergabung dengan Uni Eropa. Cukup banyak syarat yang dibutuhkan agar diterima menjadi anggota UE, salah satunya adalah penghapusan hukuman mati. Prosedur pengecekan terhadap tegaknya supremasi hukum saat ini juga sedang dilakukan terhadap Polandia terkait reformasi yudisial.

“Kami tidak akan berspekulasi mengenai hal tersebut. Sebab, itu sangat serius. Ini adalah tindakan mengerikan yang terjadi dan satu-satunya yang penting saat ini adalah menegakkan keadilan,” tukas Margaritis Schinas.

Selama karirnya sebagai jurnalis, Galizia juga mengelola sebuah halaman blog yang sangat populer. Melalui blog tersebut, ia mengungkapkan kasus-kasus korupsi tingkat tinggi yang menargetkan beberapa politisi Malta terkemuka dari berbagai partai.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini