VALLETTA – Dunia jurnalistik diselubungi kabar duka setelah wartawan Malta, Daphne Caruana Galizia, tewas tidak jauh dari rumahnya akibat serangan bom. Mobil wartawan berusia 35 tahun itu diketahui dipasangi bahan peledak oleh orang tidak dikenal sebelum dipakai untuk meninggalkan rumah.
BACA JUGA: Tragis! Mobilnya Dipasangi Bom, Blogger Anti-Korupsi Ternama di Eropa Tewas
Otoritas Malta saat ini sedang menunggu kedatangan ahli forensik dari Belanda dan agen Biro Investigasi Federal (FBI) untuk membantu penyelidikan kasus tersebut. sementara itu, putra Daphne, Matthew Caruana Galizia mengatakan, ibunya dibunuh karena sedang berupaya mengungkap korupsi politik.
“Ibuku dibunuh karena dia berdiri di atas supremasi hukum dan mereka yang berupaya melanggarnya, sebagaimana jurnalis kebanyakan. Dia juga menjadi target karena satu-satunya yang berani seperti itu,” tulis Matthew Caruana Galizia lewat akun Facebook, mengutip dari Reuters, Selasa (17/10/2017).
Pemuda itu mengungkapkan betapa hancur hatinya saat melihat kejadian tersebut. Matthew mengaku sudah berlari secepatnya menuju lokasi ledakan. Akan tetapi, ia hanya melihat mobil yang terbakar dan jenazah ibunya yang sudah hangus.
(Mobil yang ditumpangi Daphne Caruana Galizia. Foto: Darrin Zammit Lupi/Reuters)