Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kekurangan Makanan dan Air Bersih, UNICEF: Anak-Anak Rohingya Hidup Menyedihkan di Pengungsian

Djanti Virantika , Jurnalis-Jum'at, 20 Oktober 2017 |09:05 WIB
Kekurangan Makanan dan Air Bersih, UNICEF: Anak-Anak Rohingya Hidup Menyedihkan di Pengungsian
Anak-anak Rohingya yang mengungsi di Cox's Bazar, Bangladesh. (Foto: Al Jazeera)
A
A
A

GENEVA – Konflik yang terjadi di Rakhine State, Myanmar, telah memaksa ratusan ribu warga Rohingya berbondong-bondong mengungsi ke Bangladesh. Saat ini, lebih dari 700 ribu warga Rohingya telah tinggal di kamp pengungsian yang terletak di Cox’s Bazar.

Dari jumlah tersebut, 340 ribu pengungsi merupakan anak-anak. Mereka tinggal di kamp-kamp dengan kondisi yang kumuh.

Sebagaimana diwartakan Reuters, Jumat (10/10/2017), menurut UNICEF, kehidupan anak-anak Rohingya sangatlah menyedihkan. Mereka kekurangan makanan, air bersih, dan perawatan medis.

BACA JUGA: Haru! Senyum Anak-Anak Pengungsi Rohingya Merekah saat Terima Bantuan dari Indonesia

Persediaan air minum dan toilet di kamp-kamp juga sangatlah kurang. Kondisi di pengungsian kini menjadi sangat kacau dan padat. Pasalnya, setiap pekan, sekira 12 ribu anak bergabung ke pengungsian di Cox’s Bazar.

"Tidak heran jika mereka benar-benar merasa tempat ini sebagai neraka di bumi," ujar Simon Ingram, pejabat UNICEF.

Sebagian besar dari mereka datang bersama orangtuanya karena melarikan diri dari kekerasan dan kelaparan yang terjadi di Myanmar. Berdasarkan laporan ‘Outcast and Desperate’, kebanyakan anak Rohingya masih mengalami trauma akibat kekejaman yang mereka saksikan.

"Trauma ini tidak akan menjadi jangka pendek, tidak akan berakhir dalam waktu dekat," kata Ingram yang juga menulis laporan tersebut.

BACA JUGA: Sedih... Hampir 14 Ribu Anak-Anak Rohingya di Bangladesh Kehilangan Orangtuanya

Dengan kondisi pengungsian yang kumuh, satu dari lima anak Rohingya yang berusia di bawah lima tahun diperkirakan mengalami kekurangan gizi akut. Mereka, kata Simon, sangat membutuhkan penanganan medis.

"Ada risiko sangat tinggi wabah penyakit yang ditularkan melalui air, seperti diare dan kolera yang bisa terjadi dalam jangka panjang," tambahnya.

UNICEF tak tinggal diam melihat kondisi ini. Berbagai upaya telah mereka lakukan untuk menangani masalah tersebut. Mereka telah menyediakan air bersih dan toilet di sana. Badan yang berada di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ini juga telah membantu memvaksinasi anak-anak agar terhindar dari campak dan kolera yang bisa mematikan.

BACA JUGA: Kabar Terbaru dari Pengungsi Rohingya, 252 Anak Menderita ISPA

Selain memberikan bantuan, pihak PBB juga terus menuntut akses ke Rakhine Utara, di mana banyak warga Rohingya berada di sana. Hal ini dilakukan untuk segera menghentikan konflik yang terjadi di sana. PBB juga ingin mengetahui keadaan warga yang masih bertahan di sana setelah banyak desa dan persediaan makanan dibakar.

"Kami mengulangi seruan demi perlindungan semua anak di negara bagian Rakhine, ini adalah persyaratan yang mutlak. Kekejaman terhadap anak-anak dan warga sipil harus diakhiri," tegas Ingram.

Menurut Ingram, perbatasan tetap harus dibuka agar tak semakin banyak korban yang berjatuhan. Selain itu, pemantauan warga Rohingya serta pendistribusian bantuan juga bisa dilakukan lebih mudah.

"Jadi yang terpenting adalah perbatasan tetap dibuka agar perlindungan untuk anak-anak dapat diberikan dan anak-anak yang lahir di Bangladesh bisa terdaftar," tuturnya.

BACA JUGA: Terpaksa Minum Air Berlumpur, Relawan: Inilah Wajah Anak-anak Pengungsi Rohingya

Hal ini menjadi penting karena sebagian besar warga Rohingya tidak memiliki kewarganegaraan di Myanmar. Oleh karena itu, lanjut Ingram, warga yang melarikan diri kebanyakan datang tanpa tanda pengenal, termasuk bayi-bayi yang baru lahir di Bangladesh.

"Tanpa identitas mereka tidak memiliki kesempatan untuk berasimilasi ke dalam masyarakat mana pun secara efektif," tukasnya. (DJI)

(Rifa Nadia Nurfuadah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement