PADA 1913 banyak orangtua muda ingin memiliki waktu untuk diri mereka sendiri. Karena hal tersebut, mereka mengirim anak-anak mereka ke kakek dan nenek mereka. Jika dalam bayangan Anda mereka mengantar anaknya ke rumah kakek dan nenek, Anda salah. Ada cara yang jauh lebih mudah, lebih murah, dan lebih efektif daripada menempuh jalan sepanjang perjalanan dengan anak-anak. Jalan pintas hemat waktu sederhana: mengirimnya secara harfiah. Ya itu betul. Pada 1913, di Amerika Serikat (AS), mengirim anak-anak adalah suatu hal legal.
Pada 1 Januari 1913 adalah awal layanan pos parsel. Dalam kurun waktu enam bulan, jutaan paket dikirim, yang mendorong ekonomi nasional tumbuh lebih cepat dan terutama memperbaiki kehidupan orang-orang di perdesaan Amerika.
Dinas Pos AS memberikan ketentuan bahwa mereka tidak akan mengirimkan paket yang beratnya lebih dari 2 kg. Jika lebih, warga harus mengirim lewat jasa pengiriman swasta yang harganya pasti mahal. Namun, akhirnya diumumkan bahwa mereka juga bisa mengirim paket dengan berat sampai 5 kg melalui namun harus ke kantor pos terlebih dahulu.
Kehidupan jutaan warga Amerika tiba-tiba berubah karena mereka dapat mengirim berbagai barang dan produk melalui pos dengan harga standar. Layanan baru memungkinkan orang mengirim semua jenis barang dan tentu saja, sejumlah benda aneh dikirim ke seluruh negeri. Tapi masalah benar-benar dimulai ketika orang menyadari bahwa tidak ada peraturan yang secara khusus melarang pengiriman manusia, terutama anak-anak.
Dilansir dari The Vintage News, Sabtu (21/10/2017), orangtua di seluruh Amerika lalu berpikir, mengapa bepergian ke seluruh negeri dan menghabiskan banyak waktu dan uang saat Anda bisa membungkus bayinya, memberikan cap, dan membiarkan petugas pos melakukan tugasnya.
Kira-kira dua minggu setelah layanan pos parsel dimulai, seorang bayi bernama James Beagle menjadi anak pertama di Amerika yang melakukan perjalanan melalui pos. Orangtua James, Jesse dan Mathilda Beagle dari Ohio, mengirimkan bayi berusia 8 bulan itu kepada neneknya yang tinggal beberapa kilometer jauhnya.
Sejarawan Layanan Pos Amerika Serikat Jenny Lynch mengatakan bahwa James beratnya kurang dari 5 kg. Orangtuanya pun hanya membayar 15 sen untuk pengirimannya. Cerita James menjadi berita utama di beberapa surat kabar dan tampaknya mengilhami pasangan lain untuk mengikutinya karena hanya ada sedikit kasus pengiriman anak di tahun-tahun berikutnya.
Beberapa orangtua dari Pennsylvania juga mengirim anak mereka melalui layanan pos. Mereka mengirim anak perempuan mereka melalui petugas perdesaan bernama James Byerly ke kerabat di Clay Hollow, dengan biaya kirim 45 sen.
Tidak ada insiden lain yang didokumentasikan dari anak-anak yang dikirim pada 1913. Nancy Pope, seorang sejarawan di National Postal Museum, menulis tentang kemungkinan kasus-kasus pengiriman anak-anak yang paling terkenal, yang terjadi pada Februari 1914. Charlotte May Pierstorff dikirim dengan sebuah mobil surat kereta api Idaho dari Grangeville, Idaho, ke rumah kakek-neneknya, sekira 117 kilometer jauhnya dengan hanya membayar 50 sen perangko. Kisahnya bahkan mengilhami penulis anak-anak Michael O Tunnell untuk menulis sebuah buku anak-anak, Mailing May, menggambarkan petualangan gadis itu dalam perjalanan ke rumah neneknya.
Sesaat setelah cara tersebut dilakukan, semua kepala sekolah di negara tersebut diberi tahu bahwa mengirim manusia melalui pos tidak lagi dapat diterima sesuai dengan hukum negara. Berapa pun beratnya, akhirnya dibuat menjadi kejahatan federal pada 1920, namun tampaknya masih ada beberapa orang yang terus melakukannya. Tentu saja, kebanyakan dari mereka akhirnya tertangkap.
(pai)
(Rifa Nadia Nurfuadah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.