Unjuk Rasa Kasus Pembunuhan Wartawan Anti-Korupsi, Demonstran Tuntut Komisioner Polisi Malta Dicopot

Wikanto Arungbudoyo, Okezone · Senin 23 Oktober 2017 09:01 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 23 18 1800450 unjuk-rasa-kasus-pembunuhan-wartawan-anti-korupsi-demonstran-tuntut-komisioner-polisi-malta-dicopot-WGUMvkBXah.JPG Ribuan warga Malta turun ke jalan untuk berunjuk rasa menuntut pengungkapan kasus pembunuhan Daphne Caruana Galizia (Foto: Darrin Zammit Lupi/Reuters)

Perempuan berusia 53 tahun itu melaporkan bahwa istri Perdana Menteri Malta Joseph Muscat, Michelle, menerima manfaat berupa uang dari perusahaan rahasia di Panama bernama Egrant. Uang senilai USD1 juta (setara Rp13,5 miliar) tersebut disetor dalam bentuk deposito dari Azerbaijan.

(Daphne Caruana Galizia. Foto: Darrin Zammit Lupi/Reuters)

Unjuk rasa turut dihadiri oleh Presiden Malta Marie-Louise Coleiro Preca bersama suaminya. Usai berunjuk rasa, sang presiden bertemu dengan perwakilan Civil Society Network. Sementara itu, Joseph Muscat tidak hadir dengan alasan tidak etis. Akan tetapi, perwakilan dari Partai Buruh yang dipimpinnya ambil bagian dalam aksi damai tersebut.

BACA JUGA: PM Malta Tawarkan Hadiah Besar untuk Ungkap Kasus Pembunuhan Jurnalis Anti-Korupsi

BACA JUGA: Malta Tawarkan Hadiah EUR1 Juta untuk Ungkap Kasus Pembunuhan Jurnalis Anti-Korupsi

Sebagaimana diberitakan, Daphne Caruana Galizia tewas seketika saat mobil yang ditumpanginya meledak tidak jauh dari rumah. Sebuah bom yang dipasang di mobilnya diduga menjadi penyebab ledakan tersebut.

Pemerintah Malta berkomitmen penuh untuk mengungkap pelaku pembunuhan tersebut. Mereka menawarkan hadiah senilai EUR1 juta (setara Rp15,9 miliar) dan perlindungan penuh bagi siapa saja yang memiliki informasi terkait pelaku pembunuhan tersebut.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini