Di sisi lain, setelah bencana Titanic, banyak orang mulai melihat ceritanya sebagai ramalan yang menakutkan, karena kesamaan antara plot dan peristiwa yang terjadi di Titanic cukup mencolok. Selanjutnya, pada 1892, Stead menulis sebuah cerita pendek lain yang menggambarkan bencana maritim yang berbeda. Cerita kedua yang berjudul ‘From the Old World to the New’, mengikuti awak kapal yang datang untuk membantu korban selamat dari Majestic, sebuah kapal penumpang yang terbalik setelah bertabrakan dengan gunung es di Atlantik Utara. Setelah Titanic, cerita ini juga dipandang sebagai kasus menakutkan dan adalah sebuah pertanda.
Namun, kebetulan yang paling aneh yang menelurkan banyak perdebatan saat itu adalah fakta bahwa William Thomas Stead meninggal dalam bencana Titanic. Dia naik kapal sebagai penumpang kelas satu dan bermaksud menghadiri konferensi perdamaian di Carnegie Hall di New York. Menurut beberapa orang yang selamat, Stead adalah penumpang yang ceria dan sangat mengagumi desain kapal.
Setelah tabrakan tersebut, seorang korban bernama Philip Mock mengklaim bahwa dia melihat Stead berada di potongan puing bersama penumpang lain, seorang kolonel, pengusaha, dan penulis Amerika bernama John Jacob Astor.
Sayangnya jasad Stead tidak pernah ditemukan. Dia beku dan tenggelam di Atlantik bersama korban lain yang gagal mendapatkan tempat duduk di sekoci Titanic. Peringatannya dianggap serius setelah kurangnya sekoci terbukti menjadi alasan utama terjadinya bencana Titanic.
(pai)
(Rifa Nadia Nurfuadah)