Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

OKEZONE STORY: Miliki Alur Sama, Cerpen Karya William Thomas Stead Dianggap sebagai Ramalan Mengerikan atas Tenggelamnya Kapal Titanic

Putri Ainur Islam , Jurnalis-Jum'at, 27 Oktober 2017 |08:11 WIB
OKEZONE STORY: Miliki Alur Sama, Cerpen Karya William Thomas Stead Dianggap sebagai Ramalan Mengerikan atas Tenggelamnya Kapal Titanic
Foto: The Vintage News
A
A
A

TENGGELAMNYA kapal mewah Inggris yang terkenal, Titanic, pada 15 April 1912, adalah bencana maritim paling mematikan dalam sejarah modern. Selama pelayaran perdananya dari Southampton ke New York, kapal tersebut menabrak gunung es di Atlantik Utara dan secara tragis mengakhiri perjalanan pertamanya dan satu-satunya dan tenggelam 425 kaki di bawah permukaan laut.

Dari sekira 2.224 orang penumpang, hanya 710 yang selamat dari bencana tersebut yang lalu dibawa ke New York, tujuan asli kapal tersebut, oleh Carpathia, sebuah kapal yang menanggapi panggilan darurat dari Titanic.

Sebelum kepergiannya dari Southampton, Titanic dianggap sebagai kapal anti-tenggelam. Kapal Titanic dilengkapi dengan peralatan keselamatan mutakhir seperti pintu kedap air jarak jauh dan kompartemen kedap air yang dirancang agar kapal tetap bisa mengapung jika terjadi kecelakaan.

Namun, kapal laut raksasa tersebut tidak dapa diselamatkan oleh sistem keamanannya yang canggih tersebut. Tabrakan tak terduga dengan gunung es menyebabkan kapal terisi air, pecah, dan dengan cepat tenggelam ke dalam permukaan laut.

Cacat yang paling jelas dari sistem keselamatan Titanic adalah terbatasnya jumlah sekoci yang menjadi faktor atas jumlah korban tewas yang sangat besar. Sekoci Titanic hanya bisa menampung sekira 50% penumpang kapal.

Namun, 26 tahun sebelum Titanic memulai pelayaran perdananya, seorang jurnalis investigasi Inggris terkenal bernama William Thomas Stead mencoba memperingatkan masyarakat tentang sistem keselamatan semacam itu dan kurangnya sekoci pada kapal-kapal yang baru dibangun saat itu. Peringatannya tersebut tertulis di cerpennya yang berjudul ‘How the Mail Steamer Went Down in Mid Atlantic, by a Survivor’ yang diterbitkan di Pall Mall Gazette pada Maret 1886.

Dilansir dari The Vintage News, Jumat (27/10/2017), plot cerita tersebut adalah seorang pelaut Inggris bernama Thomas yang memasang sebuah kapal penumpang baru yang dibangun dan memulai perjalanan perdananya ke Amerika Serikat. Setelah keberangkatannya, Thomas menyadari bahwa jumlah sekoci kapal yang sedikit tidak akan cukup untuk menyelamatkan semua penumpang dan awak kapal. Namun, tidak ada yang menanggapi ucapannya dengan serius. Beberapa hari perjalanan, kapal tersebut menabrak sebuah kapal yang tertutup kabut tebal. Malapetaka tak terelakkan, yang terjadi kemudian setelah tabrakan adalah penumpang dan awak kapal menyadari bahwa kapal tersebut tidak memiliki banyak sekoci. Dari 916 orang penumpang kapal, hanya 200 yang berhasil naik sekoci, sementara lebih dari 700 orang tewas dalam bencana tersebut. Thomas berhasil menyelamatkan dirinya dengan melompat ke air dan memanjat ke salah satu sekoci. Namun, cerita peringatan Stead hanya mendapat sedikit perhatian pada saat itu.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement