nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Survei Indo Barometer terkait Pilgub Jabar: Ridwan Kamil di Atas Angin, Dedi Mulyadi Melesat, Deddy Mizwar Menukik

Oris Riswan, Jurnalis · Jum'at 03 November 2017 19:07 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 11 03 525 1808040 survei-indo-barometer-ridwan-kamil-di-atas-angin-dedi-mulyadi-melesat-deddy-mizwar-menukik-UJjvDZWIW7.jpg

BANDUNG - Indo Barometer merilis hasil survei terkait Pilgub Jawa Barat 2018. Survei yang digelar pada 11-15 Oktober 2017 dengan melibatkan 800 responden itu memiliki margin of error sekira 3,46 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Hasilnya, untuk pertanyaan tertutup pilihan cagub, Ridwan Kamil menempati posisi teratas dengan raihan 41,6 persen. Peringkat kedua ditempati Dedi Mulyadi dengan raihan 18,9 persen dan Deddy Mizwar di posisi ketiga dengan 14,2 persen.

"Yang menarik itu ada di nomor dua. Kalau (hasil survei) sebelumnya ada Deddy Mizwar di posisi nomor dua, sekarang posisi nomor dua diambil Dedi Mulyadi. Dedi Mulyadi naik, sedangkan Deddy Mizwar turun dibanding survei sebelumnya," kata perwakilan Indo Barometer Hadi Suprapto di Bandung, Jumat (3/11/2017).

Indo Barometer sendiri melakukan survei dengan berbagai simulasi. Hasilnya, Ridwan Kamil mayoritas ada di posisi teratas untuk pilihan cagub.

Soal naiknya keterpilihan Dedi Mulyadi mengalahkan Deddy Mizwar, hal itu disebabkan karena gencarnya sosialisasi yang dilakukan. Hal itu berbuah cukup positif untuk mendongkrak nama Dedi Mulyadi.

Tapi, dari sederet kandidat yang ada, saat ini baru Ridwan Kamil yang memiliki perahu. Ia sudah mendapat dukungan NasDem, PKB, PPP, dan teranyar Golkar. Jumlah kursi keempat partai itu sudah lebih dari cukup untuk membuat pria yang akrab disapa Emil itu jadi cagub.

Sedangkan kandidat lain belum memiliki perahu. Dedi Mulyadi misalnya, ia justru ditinggalkan Golkar yang lebih memilih merapat ke Emil. Tapi, Dedi berpeluang diusung PDIP yang kini memiliki banyak kandidat cagub. Sementara Deddy Mizwar meski diterima Poros Baru, ia tidak otomatis jadi cagub karena akan dibahas lebih dulu oleh koalisi.

Soal sosok pendamping Emil yang saat ini jadi satu-satunya cagub, Hadi menyebut ada dua sosok yang kuat. Mereka adalah Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum (PPP) dan Daniel Muttaqien (Golkar).

"Kedua nama ini sama-sama berpotensi peluangnya karena tidak ada satu pun hari ini calon wakil yang signifikan. Rata-rata semua dibawah 10 persen tingkat elektabilitasnya," jelasnya.

Permasalahannya, siapa di antara Uu dan Daniel yang disepakati oleh partai pengusung Emil. Sebab, penentuan wakil harus berdasarkan kesepakatan bersama.

Ia pun memberi catatan kepada Uu dan Daniel agar lebih gencar lagi melakukan sosialisasi. Sehingga ke depan elektabilitas dan popularitasnya akan mengalami peningkatan. (kha)

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini