Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

"Rangkul" Banyak Tokoh Politik, Nikahan Kahiyang-Bobby Dinilai Jadi Momentum Jokowi Dinginkan Suhu Politik

Fahreza Rizky , Jurnalis-Kamis, 09 November 2017 |16:41 WIB
Jokowi menunduk sungkem kepada istri almarhum Gur Dur
A
A
A

JAKARTA - Pernikahan putri Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu dengan Bobby Nasution digelar secara sederhana. Acara ini menjadi menarik lantaran Jokowi mengundang banyak pejabat negara dan tokoh politik tanpa terkecuali.

Misalnya saja Wakil Presiden Jusuf Kalla. Pada gelaran akad nikah kemarin JK menjadi saksi dari mempelai perempuan. Sementara Menko Perekonomian Darmin Nasution menjadi saksi dari mempelai pria.

(Baca Juga: Menengok Kembali Pernikahan Kahiyang-Bobby yang Sarat Nilai Budaya)

Selain itu, ada juga Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Ma'ruf Amin dan Mantan Ketua Umum PP Muhamamdiyah Ahmad Syafi'i Maarif yang menjadi pendamping dalam hari bersejarah tersebut.

Tak cukup sampai di situ, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj dan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir pun ikut serta.

Tak ketinggalan, tokoh militer pun dirangkul Jokowi dan diberikan peran yang cukup baik, seperti Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Moeldoko dan Pangkostrad Letnan Jenderal TNI Edy Rahmayadi.

(Baca Juga: Ketika Jokowi Merunduk Sungkem saat Bersalaman dengan Istri Almarhum Gus Dur di Pernikahan Kahiyang-Bobby)

Moeldoko diberi peran sebagai perwakilan keluarga yang memberikan sambutan. Sementara Edy mendapat tugas dari keluarga Bobby.

Yang menarik, para menteri Kabinet Kerja ditugaskan sebagai penerima tamu. Jokowi juga tak pandang bulu dalam mengundang berbagai pihak. Mulai dari Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo, serta sejumlah pimpinan parpol lainnya.

Menurut pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno, Jokowi ingin mensterilkan suasana politik melalui momentum sakral pernikahan anaknya. Pasalnya, belakangan ini suhu politik kerap memanas. Sikap Jokowi yang "merangkul" semua pihak ini pun menuai apresiasi.

"Ini disterilkan oleh Pak Jokowi tanpa tendensi politik apapun," kata Adi dalam diskusi Redbons di Redaksi Okezone, iNews Center, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (9/11/2017).

Adi menuturkan, Jokowi merupakan sosok pemimpin yang tidak ingin menunjukkan sekat-sekat politik. Melalui momentum pernikahan anaknya inilah semuanya terlihat jelas, di mana semua fatsun politik berkumpul menjadi satu.

(Baca Juga: Makna Kain Batik Sidomulyo yang Dipakai Jokowi-Iriana dan Besan saat Akad Nikah Kahiyang-Bobby)

"Ini harus dimaknai sebagai harmoni kebangsaan. Pada suasana itu egoisme bisa diendapkan. Pak Jokowi menjadi magnet. Dua tahun menjelang Pak Jokowi selesai suasana (kebangsaan) dengan kegiatan produktif. Ini sebuah kebersamaan," pungkasnya.

Sekadar informasi, pernikahan Kahiyang-Bobby dihadiri oleh sekira 8.000 undangan yang terdiri dari berbagai elemen, baik pejabat negara, tokoh politik, artis hingga masyarakat.

Prosesi pernikahan pun berlangsung khidmat hingga seluruh tamu yang hadir cukup merasakan makna yang begitu dalam dari pernikahan lintas budaya tersebut.

(Khafid Mardiyansyah)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement