nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

OKEZONE STORY: Legenda Mengerikan Rose Hall dan Ratu Voodoo Annie Palmer

Rahman Asmardika, Jurnalis · Jum'at 10 November 2017 08:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 11 10 18 1811620 okezone-story-legenda-mengerikan-rose-hall-dan-ratu-voodoo-annie-palmer-v0XmlfrSlM.jpg Rose Hall sebelum diperbaiki. (Foto: The Vintage News)

KISAH mengenai Annie Palmer, atau yang juga dikenal dengan kisah Penyihir Putih dari Rose Hall adalah sebuah kisah yang menjadi legenda di Jamaika. Kisah tersebut menceritakan kehidupan Annie Palmer seorang pemilik perkebunan dan rumah besar bernama Rose Hall di Montego Bay, Jamaika.

Wanita cantik itu lahir di Inggris pada abad ke-18 dengan nama Annie Mae Patterson. Dia menghabiskan masa kecilnya di Inggris sebelum keluarganya kemudian pindah ke Haiti.

Setelah kedua orangtuanya meninggal karena penyakit demam kuning, Annie dibesarkan oleh seorang pengasuh warga Haiti yang disebut-sebut mempraktekkan voodoo. Sang pengasuh mengajari Annieber ilmu hitam tersebut sampai dia meninggal saat Annie berusia 18 tahun.

Sepeninggal pengasuhnya, Annie memutuskan sudah waktunya dia untuk pergi dari Haiti. Dia kemudian berkemas dan pindah ke Jamaika sambil berharap bisa menemukan seorang suami yang kaya di sana. Dengan paras dan perawakannya yang mungil, Annie seharusnya tidak sulit untuk menemukan seorang pria yang tertarik padanya.

Hal itulah yang terjadi saat Annie bertemu dengan John Palmer, pemilik Rose Hall dan perkebunan terbesar di Jamaika pada 1820. Tak butuh waktu lama, Annie dan John saling menyukai dan memutuskan utuk menikah.

John tidak pernah menduga bahwa istrinya yang cantik dan kemampuannya mempraktekkan ilmu sihir dapat akan menyakitinya. Namun kemudian, semuanya berubah menjadi aneh.

Setelah beberapa bulan menikah, Annie merasa bosan dengan John dan mulai membawa budak ke dalam kamar tidurnya. Suatu saat perbuatan serong Annie terpergok oleh John yang kemudian murka dan memukulinya.

Tidak lama setelah kejadian itu, John ditemukan tewas, dan meski Annie menjadi tersangka utama. Menurut cerita dari warga lokal, tewasnya John adalah pembalasan dari Annie. Dia diduga memasukkan racun pada kopi John dan semacam ramuan voodoo.

Setelah peristiwa tragis itu, Annie mewarisi Rose Hall dan semua harta milik John. Dia tidak berduka terlalu lama kaena setelah berkuasa penuh atas Rose Hall, Annie bisa melakukan apapun yang dia inginkan, termasuk terus bercinta dengan para budak.

Annie menikah lagi sebanyak dua kali, namun keduanya berakhir dengan kematian suami-suaminya. Lagi-lagi Annie dicurigai membunuh mereka, tetapi seperti sebelumnya, kecurigaan itu tak dapat dibuktikan.

Dia memperlakukan budak-budaknya dengan kejam, bahkan tak segan membunuh mereka bila tidak puas. Menurut cerita, para budak yang dibunuh dikuburkan dalam makam-makam tak bernisan di sekitar Rose Hall bersama dengan suami-suami Annie. Kekejamannya itu membuat orang-orang memanggil Annie dengan julukan “Penyihir Putih dari Rose Hall”.

Kisah yang dikenal luas menyebutkan nasib Annie berakhir di tangan seorang budak bernama Takoo yang juga merupakan seorang penganut ilmu hitam. Dia diduga telah menjatuhkan kutukan kepada cucu perempuan Takoo demi memenangkan cinta seorang pria bernama Robert Rutherford.

Annie menyukai Rutherford, tetapi pria Inggris itu ternyata jatuh cinta pada cucu Takoo sehingga Annie mengutuk perempuan itu dengan “Old Hige” sebuah kutukan yang membuat korbannya perlahan-lahan melemah dan akhirnya mati. Setelah cucunya tewas, Takoo mengumpulkan sekelompok budak dan mencekik Annie, majikannya hingga tewas.

Para budak kemudian mengubur Annie dan semua harta miliknya karena khawatir rohnya mungkin masih tersisa dan bersemayam di dalamnya. Mereka juga melakukan ritual voodoo selama pemakaman untuk mencegah hantu Annie mengunjungi dunia orang hidup.

Namun, menurut cerita, upacara tersebut tidak berakhir dengan sukses, dan roh Annie masih menghantui Rose Hall sampai hari ini.

Ada penampakan sosok dengan beludru hijau yang menunggang kuda hitam melintasi pekebunan. Selain itu disebutkan juga ada suara jeritan dan suara seseorang yang berlari di rumah besar tersebut.

Meski kisah mengenai Annie tampaknya akurat dan bisa dipercaya, sebuah penelitian terkait legenda sang penyihir putih yang dilakukan pada 2007 mengungkap bahwa kisah itu hanyalah karangan berdasarkan novel karya Herbert G. de Lisser yang berjudul sama, Penyihir Putih dari Rose Hall.

Annie Palmer yang diceritakan dalam kisah tersebut diduga adalah Rosa Palmer, pemilik asli dari Rose Hall yang memang memiliki empat orang suami. Namun, Rosa bukanlah seorang penyihir ataupun praktisi voodoo sebagaimana diceritakan dalam legenda tersebut.

Saat ini Rose Hall masih berdiri di Montego Bay, Jamaika dan menjadi atraksi bagi turis yang ingin mendengar mengenai kisah mengenai Annie Palmer sang ratu voodoo.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini