Share

Menlu Gebran Bassil: Israel Akan Kalah Berperang dengan Lebanon

Wikanto Arungbudoyo, Okezone · Sabtu 18 November 2017 19:07 WIB
https: img.okezone.com content 2017 11 18 18 1816400 menlu-gebran-bassil-israel-akan-kalah-berperang-dengan-lebanon-nKyeBH4oFL.JPG Menteri Luar Negeri Lebanon Gebran Bassil (Foto: Remo Casilli/Reuters)

MOSKOW – Menteri Luar Negeri (Menlu) Lebanon, Gebran Bassil, yakin negaranya mampu menangkal setiap ancaman yang datang, baik dari dalam maupun luar. Namun, menurutnya, Lebanon hanya menginginkan perdamaian dan stabilitas di kawasan.

BACA JUGA: Diduga Khawatir akan Nyawanya, PM Lebanon Mengundurkan Diri Secara Mengejutkan

Bassil mengingatkan bahwa setiap negara yang berpotensi menyerang Lebanon akan menerima akibatnya. Israel dan Amerika Serikat (AS) disebut-sebut ingin memanfaatkan situasi di Lebanon yang sedang diguncang ketidakstabilan politik. Namun, Bassil segera mengeluarkan ancaman.

“Kita tidak boleh terpancing oleh Israel hingga terjadi perang karena mereka akan kalah. Kita harus menahan Israel untuk tidak memulai peperangan karena Lebanon tentu saja akan menang,” ujar Menteri Luar Negeri Gebran Bassil dalam wawancara eksklusif, mengutip dari Russia Today, Sabtu (18/11/2017).

BACA JUGA: Lebanon-Israel Saling Berbalas Roket 

Ia menambahkan, setiap negara boleh mengambil tindakan terhadap Hizbullah sebagaimana yang dilakukan AS. Akan tetapi, sebagaimana disampaikan pemimpin Hizbullah bahwa konflik hanya terjadi antara kelompok tersebut dengan AS dan tidak boleh menyeret Lebanon dalam pusaran tersebut.

“Kami tidak ingin Lebanon menderita kata pemimpin Hizbullah. Saya pikir jika mereka menargetkan kami, mereka akan menghukum semua orang Lebanon, dan mereka yang berani melakukan hal ini juga akan menghadapi konsekuensi. Ada konsekuensi untuk semua kawasan, termasuk Eropa,” tandas Bassil.

Wawancara tersebut dilakukan Gebran Bassil dalam kunjungannya ke Moskow, Rusia. Ia menduga saat ini sedang ada kampanye anti-Lebanon yang dilancarkan di Timur Tengah. Negara-negara itu disebutnya ingin menggulingkan pemerintahan yang sah dan terpilih secara demokratis.

BACA JUGA: Menlu AS Ingatkan Krisis Politik Lebanon Tidak Dimanfaatkan untuk Proxy War 

“Apa yang sedang dunia saksikan saat ini di kawasan adalah percobaan lain untuk menciptakan titik panas dari kekacauan dan ketidakstabilan yang akhirnya memicu terorisme. Bahkan jika Lebanon hampir pasti menang, kami tidak ingin perang,” tutup Gebran Bassil.

Sebagaimana diberitakan, Lebanon tengah dilanda ketidakstabilan politik mengingat Perdana Menteri (PM) Saad al Hariri mengundurkan diri secara mendadak pada 4 November lalu. Pengunduran diri dilakukan di tengah kunjungannya ke Arab Saudi.

Iran, sebagai sekutu Hizbullah, memandang Arab Saudi sengaja menahan Hariri. Menteri Luar Negeri AS, Rex Tillerson, khawatir bahwa perseteruan antara Arab Saudi dengan Iran lewat Hizbullah akan menjadi medan perang proxy atau proxy war baru di Timur-Tengah seperti halnya Suriah dan Yaman.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini