MOSKOW – Menteri Luar Negeri (Menlu) Lebanon, Gebran Bassil, yakin negaranya mampu menangkal setiap ancaman yang datang, baik dari dalam maupun luar. Namun, menurutnya, Lebanon hanya menginginkan perdamaian dan stabilitas di kawasan.
BACA JUGA: Diduga Khawatir akan Nyawanya, PM Lebanon Mengundurkan Diri Secara Mengejutkan
Bassil mengingatkan bahwa setiap negara yang berpotensi menyerang Lebanon akan menerima akibatnya. Israel dan Amerika Serikat (AS) disebut-sebut ingin memanfaatkan situasi di Lebanon yang sedang diguncang ketidakstabilan politik. Namun, Bassil segera mengeluarkan ancaman.
“Kita tidak boleh terpancing oleh Israel hingga terjadi perang karena mereka akan kalah. Kita harus menahan Israel untuk tidak memulai peperangan karena Lebanon tentu saja akan menang,” ujar Menteri Luar Negeri Gebran Bassil dalam wawancara eksklusif, mengutip dari Russia Today, Sabtu (18/11/2017).
BACA JUGA: Lebanon-Israel Saling Berbalas Roket
Ia menambahkan, setiap negara boleh mengambil tindakan terhadap Hizbullah sebagaimana yang dilakukan AS. Akan tetapi, sebagaimana disampaikan pemimpin Hizbullah bahwa konflik hanya terjadi antara kelompok tersebut dengan AS dan tidak boleh menyeret Lebanon dalam pusaran tersebut.
“Kami tidak ingin Lebanon menderita kata pemimpin Hizbullah. Saya pikir jika mereka menargetkan kami, mereka akan menghukum semua orang Lebanon, dan mereka yang berani melakukan hal ini juga akan menghadapi konsekuensi. Ada konsekuensi untuk semua kawasan, termasuk Eropa,” tandas Bassil.