Ini Tuntutan TPNPB/OPM yang Menyandera Ribuan Warga di Tembagapura

Saldi Hermanto, Okezone · Minggu 19 November 2017 15:05 WIB
https: img.okezone.com content 2017 11 19 340 1816696 ini-tuntutan-tpnpb-opm-yang-menyandera-ribuan-warga-di-tembagapura-kTzvAlQXvF.jpg

TIMIKA - Ternyata, ada tuntutan dari Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Organisasi Papua Merdeka (OPM) di balik penyanderaan terhadap ribuan warga di wilayah Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua. Hal itu baru dibeberkan Panglima TNI Gatot Nurmantyo usai memberikan penghargaan kenaikan pangkat luar biasa kepada 58 prajuritnya di Kampung Utikini, hari ini.

"Pak Kapolda sudah melakukan tindakan-tindakan negosiasi berbagai macam cara, menggunakan pendeta, pastor bahkan perwakilan uskup, kepala suku, pemda dan semuanya. Pasti mereka (TPNPB/OPM) tidak bergeming dengan tuntutannya, yang intinya ya kami memberikan Papua merdeka," ujarnya.

Adanya tuntutan tersebut, pemerintah tidak tinggal diam. Sehingga dilakukan operasi militer selain perang untuk membebaskan ribuan sandera yang merupakan warga sipil asli Papua maupun non Papua di Kampung Banti dan Kimbeli pada Jumat 15 November lalu.

"Operasi ini harus dilakukan untuk menunjukkan bahwa di Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak boleh satu menusia pun disandera. Tidak ada tempat yang tidak aman, di mana tempat yang pemerintah harus hadir di situ. Itu urgensinya," kata Gatot.

Prajurit TNI yang tergabung, sebelum melakukan operasi pembebasan sandera, merupakan prajurit yang terlatih dan terpilih. Selanjutnya mereka melakukan latihan rahasia secara intensif berdasarkan pemetaan-pemetaan tempat yang telah dilakukan sebelumnya.

"Mereka masuk kemudian mereka bergerak. Jarak hanya 4,5 kilometer, tetapi hanya ditembus dalam lima hari lima malam, karena mereka hanya bergerak pada malam hari secara senyap," ujarnya.

"Dan pada saat mereka sudah pada posisi dan melihat benar penyandera di berbagai tempat, baik di Banti 1, Banti 2 dan di Kimbeli, baru dilakukan pada jam 7.30. Dalam waktu yang singkat, dengan tembakan-tembakan dan dengan ledakan-ledakan," tambahnya.

Tembakan dan ledakan yang dilakukan prajurit TNI dalam operasi ini, menurut Gatot, bertujuan memisahkan kelompok separatis (penyandera) dengan warga sipil yang disandera.

"Karena mereka bergabung dengan masyarakat, maka yang paling utama adalah pemisahan itu. Karena perintah saya tegas, faktor utama adalah pembebasan sandera dan tidak ada satu sandera pun jadi korban," tuturnya.

Alhasil, sebanyak 347 warga sipil (data versi TNI dan versi Polri 344) berhasil dibebaskan dan di evakuasi dari lokasi yang tadinya dikuasai kelompok separatis. Bahkan, sebagain besar dari mereka warga asli Papua yang lebih memilih untuk menetap di wilayah itu, meminta pengamanan dari petugas.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini