Anggotanya Terlibat Kecelakaan dan Tewaskan Warga saat Mabuk, Militer AS di Jepang Dilarang Minum Alkohol

Rufki Ade Vinanda, Okezone · Senin 20 November 2017 12:02 WIB
https: img.okezone.com content 2017 11 20 18 1816977 anggotanya-terlibat-kecelakaan-dan-tewaskan-warga-saat-mabuk-militer-as-di-jepang-dilarang-minum-alkohol-FPX28Feuus.jpg Mobil warga Jepang yang ditabrak oleh tentara AS yang mabuk. (Foto: AP)

OKINAWA - Militer Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) melarang anggotanya yang bertugas di Jepang meminum minuman beralkohol. Kebijakan tersebut diterapkan usai seorang anggotanya terlibat kecelakaan lalu lintas fatal dan menewaskan seorang warga.

Saat kejadian, prajurit berusia 21 tahun bernama Nicholas James-McLean diketahui mengemudi dalam keadaan mabuk. Ia kemudian ditangkap polisi atas dakwaan menyebabkan seseorang terluka dan kehilngan nyawa karena mengemudi di bawah pengaruh alkohol.

Berdasarkan keterangan seorang anggota Kepolisian Okinawa, Kazuhiko Miyagi, kandungan alkohol yang berada di tubuh Nicholas mencapai level atau tingkat tiga dari batas maksimal yang ditentukan. Dalam kecelakaan itu, Nicholas juga mengalami cidera ringan.

Melansir ABC News, Senin (20/11/2017), korban tewas yang ditabrak oleh Nicholas adalah seorang pria berusia 61 tahun bernama Hidemasa Taira. Korban kala itu tengah mengemudikan sebuah truk kecil saat ditabrak oleh Nicholas yang datang dari arah berlawanan di Kota Naha.

Berdasarkan keterangan seorang saksi, truk yang dikendarai Taira tengah berbelok ketika Nicholas menghantamnya. Saksi juga menyebut, personil tentara itu telah berkendara dengan kecepatan tinggi dan diduga kuat telah melanggar lampu merah.

Diketahui terdapat sekira 25 ribu tentara AS yang ditempatkan di Okinawa. Insiden ini dikhawatirkan akan menyebabkan penolakan warga Jepang terhadap tentara AS semakin besar. Sebelumnya, warga Okinawa juga telah memprotes keberadaan para prajurit dari Negeri Paman Sam yang kerap berbuat ulah.

Angkatan Laut Amerika telah mengalami peningkatan penolakan warga Jepang sejak 2016 lalu setelah insiden serupa juga sempat terjadi namun tak sampai menyebabkan korban tewas. Para penduduk menyerukan pemindahan pangkalan-pangkalan militer AS akibat insiden tersebut.

Menindaklanjuti kasus ini, militer AS berencana menggelar pertemuan yang dihadiri para komandan di seluruh Jepang guna membahas pembatasan minuman beralkohol di kalangan para tentara.

"Ketika anggota kami gagal memenuhi standar aturan yang diterapkaan maka kami akan memberi sanksi untuk mereka. Ini (pelanggaran) akan merusak ikatan antara tentara dan komunitas lokal sehingga membuat kami lebih sulit bagi kami untuk mencapai misi kami," terang perwakilan resmi militer AS.

Akibat insiden ini tentara AS di seluruh Jepang telah dilarang minum alkohol dalam batas waktu yang belum ditentukan dan pergerakan mereka di luar pangkalan dibatasi.

(rav)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini