Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Buang Hajat Massal Hingga Muntah Demi Makan Lebih Banyak, Kebiasaan Romawi Kuno Ini Sangat Menjijikkan

Buang Hajat Massal Hingga Muntah Demi Makan Lebih Banyak, Kebiasaan Romawi Kuno Ini Sangat Menjijikkan
Ilustrasi prajurit Romawi Kuno (Foto: The Vintage News)
A
A
A

3. Berkumur Menggunakan Urin

Urin merupakan hal yang penting dalam kehidupan masyarakat Romawi Kuno. Mereka mengunakan urin untuk menyamak kulit binatang, mencuci baju dan sebagai nutrisi tanaman. Masyarakat Romawi Kuno mengumpulkan urin di sebuah tangki dan menjualnya. Beberapa produk industri, menggunakan urin sebagai salah satu komposisinya. Selain digunakan di industri, urin juga melekat pada kehidupan sehari-hari masyarakat Romawi Kuno. Urin kerap digunakan sebagai obat kumur. Mereka percaya kandungan amonia dalam urin membuat gigi tetap bersih dan kuat. Hal ini terbukti benar, namun berkumur dengan urin saat ini menjadi hal yang sangat menjijikkan.

4. Minuman Energi dari Kotoran Kambing

Selain urin, bahan yang paling sering digunakan masyarakat Romawi Kuno adalah kotoran kambing. Kotoran kambing terbaik didapat saat musim semi. Mereka akan mengumpulkan kotoran itu dan mengeringkannya. Lalu kotoran kambing itu dipakai sebagai pengering luka.

Kotoran kambing juga berfungsi sebagai bahan pembuat minuman energi. Prajurit Romawi Kuno sering meminum bubuk kotoran kambing yang dicampur dengan cuka untuk mengembalikan stamina mereka yang kelelahan setelah bertarung. Menurut Pliny, seorang penulis dan naturalis di zaman itu, minuman energi ini sangat berkhasiat. Kaisar Nero pun ikut meminum ramuan ini saat ia ingin memperkuat dirinya di pertarungan trigarium.

5. Sengaja Muntah demi Makan Lebih Banyak Lagi

Romawi Kuno digambarkan sebagai wilayah yang kaya dan sejahtera. Ada banyak sekali makanan dan minuman di istana, terutama saat sedang berpesta.

Kaisar dan petinggi-petinggi kerajaan terbiasa makan sampai kekenyangan. Setelah tak sanggup lagi, mereka akan muntah agar bisa kembali melanjutkan makan.

Kegiatan mengosongkan perut itu tak dilakukan di toilet. Sebuah mangkuk kosong telah disediakan di sekitar meja untuk menampung isi perut mereka. Kadang mereka muntah di lantai dan langsung melanjutkan makan seolah-olah tak terjadi apa-apa. Mereka juga tidak peduli dengan kebersihan di sekitar meja karena telah ada pelayan yang mengurus hal itu.

(Griska Laras Widanti/Magang)

(Wikanto Arungbudoyo)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement