Libya Bantah Isu Perdagangan Orang Afrika, Investigasi Segera Digelar

Putri Ainur Islam, Okezone · Kamis 30 November 2017 18:12 WIB
https: img.okezone.com content 2017 11 30 18 1823269 libya-bantah-isu-perdagangan-orang-afrika-investigasi-segera-digelar-8vUUSNY9pq.jpg Dubes Libya untuk Indonesia Sadegh Ben Sadegh (kiri). (Foto: Okezone/Putri Ainur Islam)

JAKARTA - Seiring terdapatnya berita miring yang beredar terkait perdagangan manusia di penampungan orang Afrika di Libya, pemerintahan negara itu akhirnya buka suara. Duta Besar (Dubes) Libya untuk Indonesia, Sadegh Ben Sadegh, menyatakan bahwa berita yang berasal dari salah satu kantor berita terkenal di Amerika Serikat (AS) tersebut adalah kesalahpahaman.

Dalam sebuah berita dikatakan bahwa terdapat tawar-menawar manusia asal atau keturunan Afrika untuk dibawa ke Eropa. Hal tersebut bukanlah tawar-menawar harga untuk dijadikan budak, namun bayaran untuk biaya transportasi menuju Eropa.

“Pihak Libya menganggap hal tersebut adalah salah satu akibat dari migrasi ilegal dan Libya terkena dampaknya. Libya juga telah mengeluarkan banyak dana untuk membangun dan mengelola pusat penampungan migran serta memfasilitasi pemulangan ke negara asal mereka,” ujar Dubes Sadegh kepada awak media ketika ditemui di Kedubes Libya untuk Indonesia, Kuningan, Jakarta, Kamis (30/11/2017).

Dubes Sadegh juga menyampaikan, pihak Libya juga telah melakukan investigasi untuk menyelidiki tuduhan kejahatan tersebut sesuai dengan undang-undang di Libya dan akan terus mengungkapkan kebenaran.

“Pihak berwenang yang berkompeten akan membuka penyelidikan komprehensif atas tuduhan kejahatan tersebut. Hal tersebut dilakukan untuk mengungkapkan kebenaran kepada opini publik lokal dan internasional serta mengadili dan menghukum mereka yang bertanggung jawab, baik di bawah deskripsi penyelundupan atau perbudakan migran,” tegas Sadegh.

Terkait dengan kesalahpahaman berita tersebut, Sadegh mengatakan bahwa pihak Libya meminta tindakan praktis dan efektif antara negara asal, transit, tujuan, organisasi internasional, dan regional yang berkompeten agar permasalahan imigran yang berkepanjangan tersebut dapat diselesaikan.

Selain itu, Sadegh mengatakan bahwa Pemerintah Rekonsiliasi Nasional Libya menegaskan hubungan persaudaraan antara Libya dan orang-orang Afrika begitu mendalam dan terikat sejak zaman kuno dengan ikatan persahabatan dan takdir bersama.

Sadegh menambahkan, Libya juga meminta masyarakat internasional, terutama negara-negara Eropa dan organisasi yang relevan, untuk membantu pihak Libya dalam menanggung biaya pengelolaan tempat penampungan imigran. Namun pihak Libya berjanji akan tetap menanggung sebagian besar biaya tersebut.

(pai)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini