Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

OKEZONE STORY: Kisah Mary Ellen Wilson, Korban Kekerasan yang Mengubah Hukum Perlindungan Anak Amerika

OKEZONE STORY: Kisah Mary Ellen Wilson, Korban Kekerasan yang Mengubah Hukum Perlindungan Anak Amerika
Marry Ellen. (Foto: The Vintage News)
A
A
A

SEABAD lalu belum ada undang-undang khusus yang dibuat untuk melindungi anak-anak dari kekerasan. Orangtua sering kali menggunakan kekerasan fisik untuk mendidik anak mereka agar tak melakukan kesalahan dan menghindarkan mereka dari beban tanggung jawab akibat perbuatan sang anak. Berdasarkan data dari Kelompok Advokasi Keluarga Pemberdayaan Komunitas Angkatan Darat, lima anak di Amerika Serikat meninggal setiap hari akibat penganiayaan.

Mary Ellen lahir di lingkungan Hell’s Kitchen, sebuah kota dekat New York City pada 1864. Ayahnya meninggal tak lama setelah ia lahir. Ibunya bekerja dari satu tempat ke tempat lain untuk memenuhi kehidupan mereka. Namun, penghasilannya tak cukup untuk membiayai Ellen. Ia dititipkan pada seorang wanita bernama Mary Score untuk sementara.

Usia Ellen baru 2 tahun saat ibunya tak sanggup lagi mengirimkan biaya perawatan Ellen ke Mary Score. Akhirnya, Ellen diserahkan ke Departemen Amal Kota New York. Departemen itu menunjuk Thomas dan Mary McCormack sebagai orangtua asuh Mary Ellen. Mereka mendapat izin hak asuh dari departemen tersebut, namun di kemudian hari terbukti dokumen itu telah dipalsukan. Tak lama setelah Ellen masuk ke keluarga itu, Thomas meninggal dunia. Mary McCormack menikah lagi dan pindah ke apartemen di West 41st street.

Di apartemen itu penganiayaan terhadap Ellen terungkap. Tetangga mereka mencurigai ketidakberesan pola asuh McCormack. Conolly, salah seorang tetangga McCormack, merasa sangat prihatin dan meminta biarawati setempat, Etta Angell Wheeler untuk memeriksa keluarga tersebut.

Conolly dan Wheeler mengarang cerita kepada penjaga pintu bahwa mereka sedang merawat wanita tua yang sakit di dalam apartemen Ellen. Sang penjaga memercayai cerita itu dan memberikan kunci cadangan.

Saat pintu apartemen dibuka, mereka terkejut mendapati seorang anak kecil sedang mencuci piring, ia berjuang mencuci penggorengan yang seukuran tubuhnya. Ellen tampak sangat kecil dan tak terurus, seperti anak berusia 5 tahun meski usianya saat itu 9 tahun. Sebuah cambuk yang terbuat dari kulit diletakkan di atas meja. Ada banyak bekas luka cambukan di lengan dan kaki anak itu. Di wajahnya tergambar kesengsaraan dan penindasan. Ia tampak seperti anak yang tak pernah mengenal kasih sayang orangtua.

Dilansir dari The Vintage News, Wheeler melaporkan kepada petugas bahwa anak tersebut memiliki banya bekas luka siksaan, kekurangan gizi dan tak terurus. Ia ditinggalkan tanpa sepatu pada Desember. Namun, Wheeler terkejut saat mendengar catatan saksi mata tak cukup untuk memenjarakan McCormack, pengadilan juga mengharuskan ia memberikan bukti saat terjadinya serangan.

Pada waktu itu, sudah ada hukum yang melindungi anak-anak dari kekerasan, tapi belum ada undang-undang yang berlaku untuk menangkap pelaku.

Etta wheeler bertekad menyelesaikan masalah ini dan meminta bantuan pengacara bernama Henry Berg. Didukung kesaksian para tetangga, Henry berhasil mengeluarkan Mary Ellen dari rumah ibu asuhnya dan membawa Mary McCormack ke pengadilan.

Mary Ellen dibawa ke ruang sidang dan diminta menceritakan apa yang dialaminya selama ini.

“Namaku Mary Ellen Wilson. Aku tidak tahu berapa usiaku. Mama mencambuk dan memukuliku hampir tiap hari dan meninggalkan bekas hitam dan biru di tubuhku. Aku hampir tidak pernah dicium dan disayang. Aku tidak pernah diizinkan keluar untuk bermain dengan anak-anak lain dan tidak pernah berbicara pada orang lain karena jika melakukannya, aku akan dicambuk. Setiap kali mama pergi ia akan mengurungku di kamar dan aku tidak diizinkan keluar. Tanda hitam di kepalaku adalah bekas luka dari gunting yang dipukulkan mama di kepalaku. Aku tidak ingin tinggal dengan mama lagi karena ia sering menyiksaku,” ujarnya.

Kisah Mary Ellen di persidangan itu membawa perubahan besar untuk menemukan solusi hukum atas kekerasan yang dilakukan orangtua. Pengadilan Tinggi New York telah mengubah pemahaman publik terhadap kekerasan terhadap anak dan pentingnya peran masyarakat untuk mencegah hal tersebut.

Mary McCormack dihukum satu tahun penjara atas perbuatannya, sedangkan Mary Ellen diasuh oleh Etta Wheeler. Pada 1874, Lembaga Perlindungan Kekerasan Anak New York didirikan.

Mary Ellen menikah pada 1888 dan memiliki dua anak. Ia juga mengadopsi seorang anak perempuan yang ia beri nama Etta, seperti nama penyelamatnya, Etta Wheeler.(Griska Laras Widanti/Magang)

(Rufki Ade Vinanda)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement