Image

Pilkada Kota Malang 2018 Dipastikan Tanpa Calon Independen

Avirista Midaada, Jurnalis · Jum'at 01 Desember 2017, 05:47 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 12 01 519 1823517 pilkada-kota-malang-2018-dipastikan-tanpa-calon-independen-cwqWQgJhow.jpg KPU Kota Malang (Avirista/Okezone)

MALANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah menutup penyerahan berkas pasangan calon perseorangan atau independen di Pilkada Kota Malang, Jawa Timur. Hasilnya, tak ada satu pun calon independen yang mendaftar.

Dari tiga nama bakal kandidat perseorangan yang sudah mengambil formulir dan berkonsultasi yakni Geng Wahyudi, Bambang GW dan Haris Budi Kuncahyo, tak ada satu pun yang menyerahkan berkasnya ke KPU Kota Malang hingga batas akhir Rabu 29 November lalu.

Ketua KPU Kota Malang, Zainuddin memastikan bahwa Pilkada Kota Malang 2018 tanpa calon independen. "Nihil untuk calon perseorangan," ujarnya, Kamis (30/11/2017).

Haris Budi Kuncahyo yang sempat mengambil formulir pendaftaran mengatakan, hingga hari terakhir penyerahan berkas dirinya masih kekurangan 6.000 KTP dukungan dari ketentuan KPU 46 ribu KTP.

"Kami meminta maaf kepada KPU. Dan mengucapkan terima kasih telah membimbing kami sehingga bisa mengikuti tahapan Pilwali hingga dapat mengumpulkan 40.000 KTP," ujar Haris.

Pihaknya mengaku telah bergerak secara optimal untuk mengumpulkan berkas dukungan sampai dengan batas waktu dari KPU. "Dengan amat menyesal kami mengundurkan diri dari proses pencalonan jalur perseorangan Pilwali Malang," jelasnya.

Kandidat calon perseorangan lain Geng Wahyudi sejak beberapa hari lalu mengaku tidak siap maju sebagai calon perseorangan di Pilwali Kota Malang 2018.

"Belum siap dananya, belum siap berkas dukungannya. Harus menyiapkan jauh - jauh hari berkas dukungan, tidak bisa ndadak," jelasnya saat ditemui di acara diskusi politik.

Sementara itu, KPU Kota Malang menargetkan partisipasi pemilih 70 persen di Pilkada 2018. Untuk pemilih pemula dibidik 20 persen.

Zainuddin mengatakan dari 650 ribu pemilih potensial, 30 persennya diperkirakan pemilih pemula. "Setiap tahun ada penambahan 1 hingga 2 persen pemilih pemula," tuturnya.

Untuk menggaet partisipasi pemilih pemulu, "sosialisasi akan dilakukan dengan cara yang fun, gaul, dan dikemas ala tren kekinian. Ya dibilang mengikuti kids zaman now-lah," ujar Zainuddin.

KPU juga mendatangi basis - basis pemilih pemula berada yaitu sekolah dan kampus. "Kami juga telah menggandeng organisasi kepemudaan dan ormas untuk memberikan sosialisasi kepada anak muda untuk menyalurkan hak pilihnya," pungkasnya.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini