nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Survei Indo Barometer, Jokowi 34,9%, Prabowo 12,1%

Fahreza Rizky, Jurnalis · Minggu 03 Desember 2017 15:14 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 12 03 337 1824401 survei-indo-barometer-jokowi-34-9-prabowo-12-1-0cmiUv0ybB.jpg

JAKARTA - Indo Barometer merilis hasil survei nasional mengenai Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Hasilnya nama Joko Widodo menempati posisi teratas sebagai calon presiden 2019 ketimbang Prabowo Subianto.

Direktur Eksekutif Indo Barometer, Muhammad Qodari mengatakan dalam pertanyaan terbuka kepada responden, nama Jokowi mendapat nilai sebesar 34,9 persen. Lalu, Prabowo memperoleh dukungan publik sebesar 12,1 persen.

"Dari pertanyaan terbuka calon presiden, awareness pemilih yang tinggi terhadap Jokowi 34,9 persen, Prabowo 12,1 persen, Anies Baswedan 3,6 persen, Basuki Tjahaja Purnama 3,3 persen, Gatot Nurmantyo 3,2 persen, Ridwan Kamil 2,8 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 2,5 persen, dan Megawati Soekarnoputri 2 persen," kata Qodari di bilangan Senayan, Jakarta Selatan, Minggu (3/12/2017).

(Baca Juga: Survei Orkestra: 52,1% Masyarakat Indonesia Puas dengan Kinerja Jokowi-JK)

Sementara itu, untuk nama calon presiden lainnya meraih nilai sebesar kurang dari 2 persen dan responden yang menyatakan belum menutuskan pilihannya, rahasia atau tidak menjawab sebanyak 26,1 persen. Adapun nama calon presiden lainnya yang masuk dalam bursa Indo Barometer yakni Tito Karnavian, M Shohibul Iman, Jusuf Kalla, Tri Rismaharini, Moeldoko.

Lalu, ada pula nama Uu Ruzhanul Ulum, Deddy Mizwar, Hary Tanoesoedibjo, Ahmad Heryawan, Sandiaga Uno, Setya Novanto, Ganjar Pranowo, Ahmad Syaikhu, Bima Arya Sugiarto, dan Zainul Mutaqin.

Sementara itu pada simulasi 16 nama calon yang disodorkan kepada responden, nama Jokowi lagi-lagi menempati posisi teratas ketimbang calon-calon lainnya.

"Dari pertanyaan tertutup terhadap 16 nama capres, Jokowi unggul dengan dukungan 41,8 persen, Prabowo 13,6 persen, Anies Baswedan 4,5 persen, AHY 3,3 persen, Gatot Nurmantyo 3,2 persen, Megawati 2 persen, Sohibul Iman 1,5 persen dan Jusuf Kalla 1 persen," ujarnya.

Sedangkan nama-nama calon lainnya meraih nilai kurang dari 1 persen dan pemilih yang menyatakan belum memutuskan pilihannya, rahasia atau tidak tahu sebesar 27,8 persen.

(Baca Juga: Pilpres 2019, Survei Orkestra Mendapati Elektabilitas Jokowi Masih yang Tertinggi)

Qodari melanjutkan, ketika responden disodorkan pada pilihan 6 nama calon presiden yang telah dikerucutkan, maka nama Jokowi kembali menempati posisi puncak. Politikus PDI-P itu memperoleh nilai sebesar 44,9 persen, Prabowo 13,8 persen, Anies Baswedan 6,0 persen, Gatot Nurmantyo 3,2 persen, Jusuf Kalla 1,0 persen dan pemilih yang belum memutuskan pilihannya, rahasia atau tidak menjawab sebesar 27,8 persen.

Lalu ketika responden disodorkan 4 nama capres capres tanpa memasukkan nama Jokowi, maka nama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menduduki posisi teratas. "Dari pertanyaan terutup (tanpa nama Jokowi), Prabowo unggul dengan dukungan 21,7 persen, disusul Anies Baswedan 19,3 persen, AHY 17 persen, Gatot Nurmantyo 8,8 persen. Sedangkan yang belum memilih atau rahasia sebesar 33,4 persen," lanjut Qodari.

Lebih lanjut, ia mengatakan ketika responden dihadapkan dengan 3 nama capres melalui 2 simulasi, maka Jokowi menempati posisi teratas. Politikus PDI-P itu mendapat dukungan 44,9-51,6 persen, Prabowo 18,4 persen, Anies Baswedan 9,8 persen dan AHY 3,2 persen.

Kemudian ketika responden disodorkan 2 nama capres (head to head), maka Jokowi mengungguli Prabowo dalam Pilpres 2019. "Dari simulasi 2 nama capres, Jokowi unggul jika disimulasikan dengan Prabowo maupun Anies Baswedan. Jokowi memperoleh dukungan 47-50,9 persen, Prabowo 20,8 persen dan Anies 20,5 persen," pungkas Qodari.

Qodari memberi catatan, terkait berapa jumlah calon presiden di 2019 masih menunggu hasil judicial review di Mahkamah Konstitusi (MK). Karena belum tahu keputusan MK maka pada saat ini masih ada sejumlah kemungkinan pasangan capres: (A) Sebanyak jumlah parpol peserta Pemilu 2019, (B) lebih dari 3 pasangan, (C) 3 pasang, (D) 2 pasang capres seperti 2014.

Survei Indo Barometer dilakukan pada 15-23 November 2017 di 34 provinsi di seluruh wilayah Indonesia dengan jumlah sampel sebanyak 1.200 responden dengan margin of error sebesar kurang lebih 2,83 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Metode penarikan sampel menggunakan multistage random sampling dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara tatap muka responden menggunakan kuisioner.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini