Image

Periksa 7 Anggota DPRD, KPK Telisik Dugaan Aliran Suap Pengesahan RAPBD Jambi ke Zumi Zola

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Rabu 06 Desember 2017, 21:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 12 06 337 1826359 periksa-7-anggota-dprd-kpk-telisik-dugaan-aliran-suap-pengesahan-rapbd-jambi-ke-zumi-zola-hnXEtMm5fu.jpg Ilustrasi (Dok.Okezone)

JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)‎ memeriksa tujuh anggota DPRD Jambi terkait kasus dugaan suap pembahasan dan pengesahan RAPBD Provinsi Jambi, tahun anggaran 2018. Pemeriksaan sendiri dilakukan di Mapolres Jambi.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengakui, materi pemeriksaan terhadap tujuh anggota DPRD tersebut terkait dugaan aliran dana panas pengesahan RAPBD Jambi ke sejumlah pihak. Pun demikian, termasuk dugaan aliran dana suap ke Gubernur Jambi Zumi Zola.

"KPK mengkonfirmasi ‎dugaan aliran dan dan uang ketok palu di Jambi," kata Febri di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (6/12/2017).

 (Baca: Kasus Suap RAPBD, Plt Sekda Jambi Sebut Tak Ada Instruksi dari Gubernur Zumi Zola)

Febri menjelaskan, terdapat sejumlah catatan atau dokumen terkait anggaran RAPBD Jambi yang dikorupsi sejumlah pihak dari penggeledahan beberapa waktu lalu. Catatan atau dokumen tersebut ditemukan di sejumlah tempat termasuk di kantor Gubernur Zumi Zola.

"Nah hari ini kita makanya masih melakukan pemeriksaan-pemeriksaan saksi di Jambi ‎untuk mengkonfirmasi informasi yang sudah kita dapatkan dari penggeledahan juga," ungkapnya.

Sayangnya, Febri masih enggan membeberkan secara detail catatan-catatan keuangan hasil penggeledahan ‎tersebut. Intinya, kata Febri, pihaknya sedang mendalami dugaan aliran dana suap pengesahan RAPBD Jambi ke sejumlah pihak.

"Informasi-informasi dugaan aliran dana ke sejumlah pihak, tidak hanya anggota DPRD yang sudah kita tetapkan tersangka itu masih perlu kita kroscek lebih lanjutn tapi tentu semua informasi yang kita dapat akan kita dalami‎," tandasnya.

Sejauh ini, KPK telah resmi menetapkan empat orang tersangka terkait kasus dugaan suap pembahasan dan pengesahan RAPBD Provinsi Jambi, tahun anggaran 2018. Keempatnya ditetapkan tersangka setelah tertangkap tangan oleh tim satgas KPK.

Keempat tersangka tersebut yakni, anggota DPRD Jambi, Supriyono; Plt Sekda Provinsi Jambi, Erwan Malik; Plt Kadis PUPR Jambi, Arfan; dan Asisten III Bidang Administrasi (Asda) ata‎u bagian umum Pemprov Jambi, Saifuddin.

KPK sendiri telah berhasil menyita uang sebesar Rp4,7 miliar dalam operasi tangkap tangan (OTT).Uang yang disita Rp4,7 miliar tersebut diduga bagian dari komitmen fee suap sebesar Rp6 miliat yang dijanjikan Pemprov Jambi untuk anggota DPRD.

Adapun, rincian uang tersebut ditemukan dari tangan anggota DPRD Jambi, Supriyono sebesar Rp400‎ Juta. Kemudian Rp1,3 miliat ditemukan di rumah Saifuddin.

Sedangkan uang Rp3 miliar, disita tim KPK dari kediaman Plt Kadis PUPR Jambi, Arfan. Uang Rp3 miliar itu ditemukan dalam dua koper berwarna hitam.

(ulu)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini