Image

Dukung Palestina, Menlu Retno Kenakan Syal Buatan Janda di Gaza

Rahman Asmardika, Jurnalis · Kamis 07 Desember 2017, 11:39 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 12 07 18 1826570 dukung-palestina-menlu-retno-kenakan-syal-buatan-janda-di-gaza-Eig2Gh2SmP.jpg Menlu RI Retno LP Marsudi menunjukkan syal yang digunakan sebagai bentuk dukungan bagi Palestina (Foto: Rahman Asmardika/Okezone)

SERPONG - Dukungan Pemerintah dan rakyat Indonesia untuk perjuangan rakyat Palestina telah berulang kali ditegaskan baik melalui aksi maupun penggunaan berbagai atribut. Salah satunya adalah syal yang dikenakan oleh Menteri Luar Negeri RI Retno LP Marsudi saat membuka Bali Democracy Forum di Tangerang Selatan, Banten.

BACA JUGA: Buka BDF X 2017, Menlu Retno Sampaikan Dukungan untuk Palestina

Syal tersebut dikenakan saat Menlu Retno menyampaikan pidato yang mengecam pengakuan resmi AS atas status Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel pada perhelatan Bali Democracy Forum ke-10 (BDF X) yang digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE) di BSD City, Tangerang Banten.

"Saya berdiri di sini mengenakan syal Palestina untuk menunjukkan komitmen Indonesia, rakyat Indonesia untuk selalu bersama rakyat Palestina untuk memperjuangkan hak mereka," kata Menlu Retno dalan pidatonya, Kamis (7/12/2017).

Diplomat kelahiran Semarang itu menerangkan, syal tersebut diberikan oleh salah seorang warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Gaza. Syal buatan tangan itu adalah karya dari para janda di sana sebagai bentuk pemberdayaan bagi mereka.

"Syal ini dibuat oleh para janda yang hidup di Gaza. Saya memakai syal ini untuk menunjukkan komitmen tidak hanya pemerintah Indonesia tapi juga masyarakat Indonesia bahwa kita selalu bersama dengan Palestina," ujar Menlu Retno.

BACA JUGA: Pemerintah AS Resmi Umumkan Status Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel

Sebagaimana diketahui, Pemerintah AS telah mengumumkan untuk mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Langkah itu dinilai tidak saja membahayakan proses perdamaian tetapi juga perdamaian dan stabilitas terutama di kawasan Timur Tengah.

Negeri Paman Sam sebelumnya selalu mempertahankan status quo dari Yerusalem dan berkeras bahwa status Yerusalem harus ditentukan melalui dialog, bukan pengakuan sepihak. Akan tetapi, sikap tersebut dilanggar secara sepihak lewat pengakuan terhadap Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

BACA JUGA: OKI Akan Gelar Pertemuan Khusus untuk Respons Keputusan AS Soal Yerusalem

Menlu Retno menyampaikan, negara-negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) direncanakan akan melakukan pertemuan khusus untuk merespons keputusan tersebut. Pertemuan akan dilakukan dalam waktu dekat meski belum dapat diketahui persisnya kapan.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini