Image

Jaksa KPK Apresiasi Andi Narogong Blakblakan di Persidangan Kasus Korupsi E-KTP

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Kamis 07 Desember 2017, 17:15 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 12 07 337 1826834 jaksa-kpk-apresiasi-andi-narogong-blakblakan-di-persidangan-iLXkPvFHMB.jpg Andi Narogong saat di persidangan di Pengadilan Tipikor (Foto: Arie/Okezone)

JAKARTA - Jaksa Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengapresiasi kesaksian Andi Narogong yang membuka sejumlah keterlibatan pihak-pihak lain dalam perkara korupsi proyek kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) tahun anggaran 2011-2012.

Sebab, kesaksian Andi Narogong dapat menjadi alat bukti baru serta ‎modal bagi KPK untuk menjerat pihak-pihak lain yang turut kecipratan dana panas proyek e-KTP.

"Terdakwa patut diapresiasi karena terdakwa mau memberikan keterbukaan di persidangan," kata Jaksa Wawan Yunarwanto di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (7/12/2017).

Keterbukaan Andi di persidangan tersebut dapat menjadi pertimbangan‎ permohonan status Justice Collaborator yang sudah diajukannya sejak September 2017. Sebab, Andi juga sudah mengakui perbuatannya melakukan tindak pidana korupsim

Jaksa Wawan bersyukur fakta-fakta yang mengemuka di persidangan Andi Narogong sebelumnya dapat terbuka. Meskipun, terdapat pengakuan Andi yang dijadikan 'tempat sampah' para penikmat uang haram e-KTP.

"Terdakwa akhirnya mau mengungkap fakta yang sebenarnya terjadi di pengadilan, terlepas dari terdakwa yang merasa dianggap tong sampah," jelas Jaksa Wawan.

Sebelumnya, Juru Bicara KPK, Febri Diansyah juga sudah mengatakan bahwa tim Jaksa akan membeberkan sejumlah pertimbangan permohanan Justice Collaborator (JC) untuk Andi Agustinus alias Andi Narogong dalam surat tuntutan.

"Sikap KPK (terkait JC) akan disampaikan sebagai salah satu pertimbangan JPU dalam tuntutan terhadap terdakwa," kata Febri melalui pesan singkatnya, Kamis (7/12/2017).

Oleh karenanya, beberapa persyaratan seperti mengakui perbuatannya, konsisten di persidangan hingga membukan peran-peran aktor yang lebih besar dalam perkara ini harus dilakukan Andi untuk mendapat status JC.

"Karena seluruh pertimbangan tersebut dijadikan dasar keputusan pemberian JC atau tidak," tandas Febri.

Andi sendir‎i sudah mengakui perbuatannya yang melakukan tindak pidana korupsi pada persidangan Kamis, 30 November 2017 saat bersaksi sebagai terdakwa kasus dugaan korupsi e-KTP. Bahkan, Andi juga membongkar peran serta keterlibatan pihak-pihak lain dalam kasus ini.

Dalam persidangan, pengusaha yang diduga sebagai pengatur tender proyek e-KTP ini juga mengakui adanya fee sebesar 5 % dari peserta konsorsium proyek e-KTP untuk anggota DPR. Andi juga berjanji akan mengembalikan uang hasil korupsi proyek e-KTP sebesar 2,5 juta Dollar Amerika.

(ulu)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini