Image

KPK Ambil Alih Kasus Bandara Bobong

Narjo Usman, Jurnalis · Kamis 07 Desember 2017, 19:16 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 12 07 340 1826931 kpk-ambil-alih-kasus-bandara-bobong-8zrJovLdQZ.jpg Ilustrasi Bandara (foto: Okezone)

TERNATE – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengambil alih penyidikan kasus dugaan korupsi Bandara Bobong Kabupaten Taliabu, Maluku Utara, yang merugikan Negara Rp 4,9 miliar tahun 2009.

Penanganan kasus Bandara Bobong sebelumnya ditangani penyidik Reserse Kriminal Khusus (Reskrimsu) Polda Maluku Utara, telah menetapkan sejumlah tersangka. Beberapa antaranya telah menjalani sidang dan divonis bersalah sehingga kini sedang menjalani masa pidana.

(Baca Juga: Kenapa Orang Indonesia Korupsi? KPK: Karena Tidak Setia...)

Polda Maluku Utara juga menetapkan status tersangka kepada mantan Bupati Kepulauan Sula (Kepsul) Ahmad Hidayat Mus (AHM) karena diduga ikut terlibat, sebab ketika itu Bandara Bobong masih masuk wilayah Kabupaten Kepsul sebelum dimekarkan. Namun status tersangka Ahmad Hidayat Mus gugur setelah menempuh jalur Praperadilan di Pengadilan Negeri Ternate.

“Sementara rekan-rekan tahu, ya itu (kasus bandara Bobong) hasilnya praperadilan itu, kalau kita keputusan dari pengadilan itu mengatakan bahwa apa yang dilakukan penyidik itu tidak sah, jadi apa yang dilakukan penyidik,” kata Kapolda Maluku Utara Brigjen Pol Pol Achmat Juri, ketika dikonfirmasi Okezone, Kamis (5/12/2017).

Sementara Direktur Reskrimsu Polda Maluku Utara, Kombes Pol Masrur mangaku penanganan kasus kini sudah ditangani penyidik KPK sehingga tidak bisa berkomentar banyak atas penangannya.

“Kasus Bandara Bobong saya tidak bisa komentar, nanti tanyakan ke KPK yang masih di sana,” ungkap Masrur.

(Baca Juga: TII Survei Indeks Persepsi Korupsi di 12 Kota Besar, Ini Hasilnya)

Menurutnya, hasil gelar di Baresrim Polri penanganan kasus bandara Bobong telah dilimpahkan ke KPK sehingga penyidik Polda Maluku Utara tidak lagi berwenang menyelidiki.

“Hasil gelar kan begitu (diambil alih KPK), nanti kewenangan KPK lidik memulai dari mana saya juga tidak tahu. Kasus itu di Polisi sudah selesai, pasca praperadilan itu jelas keputusannya, jadi di kita sudah selesai,” singkatnya.

Penyidik KPK sendiri tiga hari terakhir telah berada di Maluku Utara dan secara maraton melakukan bukti dan keterangan dengan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi-saksi yang mengetahui kasus tersebut.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini