Image

Gedung SD yang Jendelanya Roboh di Tangsel, Ternyata Baru 1 Tahun Operasional

Hambali, Jurnalis · Jum'at 08 Desember 2017, 17:32 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 12 08 338 1827441 gedung-sd-yang-jendelanya-roboh-di-tangsel-ternyata-baru-1-tahun-operasional-5Do31gtOPV.jpg Salah satu jendela di gedung SDN di tangsel (Foto: Hambali/Okezone)

TANGERANG SELATAN - Kaca jendela besar SDN 01 Jelupang, Serpong Utara, Tangerang Selatan (Tangsel), roboh dan menimpa rumah serta kantin sekolah. Padahal, gedung yang memiliki 3 lantai itu masih tergolong baru operasional satu tahun berjalan.

"Baru sekira satu tahun ini operasional, ini gedung baru. Kalau pembangunannya sudah hampir 3 tahunan," tutur Aji Suri (30), penjaga sekolah SDN 01 Jelupang, saat ditemui di lokasi, Jumat (8/12/2017).

 (Baca: Jendela SD Negeri di Tangsel Roboh, Timpa Rumah Warga dan Kantin)

Dari pengamatan fisik, cat tembok gedung SDN 01 Jelupang nampak terlihat mulai memudar. Di beberapa bagian sudutnya, bahkan banyak cat yang mengelupas. Diduga, pihak pemenang proyek pembangunan gedung tak menggunakan bahan sesuai standar kelayakan.

"Banyak sekali pembangunan yang belum selesai. Dinding gedung sudah mulai retak-retak, ubinnya (lantai) banyak yang pecah, atap plafon banyak yang sudah bolong, dan toilet siswa banyak yang rusak," ungkap Jili, orang tua siswa SDN Jelupang 01 yang tinggal tak jauh dari sekolah.

Kepala Sekolah di SDN 01 Jelupang, Itin Tastin mengeluhkan, jika sedari awal operasional pihaknya sudah komplain dengan kondisi pembangunan gedung. Sebab, banyak pekerjaan gedung yang dilakukan tak memenuhi standar.

"Ada yang aneh. Kami duga ada kenakalan dari pengembang. Contoh SDN 02 Jelupang yang anggarannya hanya Rp8 miliar, dan SDN 03 Jelupang yang Rp5 miliar, gedungnya bagus. Ini (SDN 01) yang Rp15 miliar, malah tidak memuaskan," ujar Itin.

Pihak sekolah pun berharap, pembangunan gedung SDN 01 Jelupang ditinjau kembali, serta meminta pertanggung jawaban pihak pengembang. Dikhawatirkan, kejadian robohnya jendela-jendela sekolah bisa terulang dan mengancam keselamatan para murid.

"Ya semoga bisa ditinjau ulang, karena kan yang kita khawatirkan soal keselamatan anak didik kami," pungkasnya.

(ulu)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini