Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pengakuan Yerusalem Ibu Kota Israel Ancam Stabilitas Politik & Keamanan Dunia

Reni Lestari , Jurnalis-Sabtu, 09 Desember 2017 |08:02 WIB
Pengakuan Yerusalem Ibu Kota Israel Ancam Stabilitas Politik & Keamanan Dunia
Massa berdemo terkait klaim AS soal Yerusalem. (Foto: Antara)
A
A
A

Upaya diplomasi tengah dan akan dilakukan pemerintah. Namun menurut Dahnil civil society juga bisa mengambil peran, dengan memunculkan konflik ini bukan sekedar isu agama tetapi kemanusiaan. Jika isu kemanusiaan dilekatkan dengan konflik ini, maka yang akan dihimpun bukan saja kekuatan negara-negara bependuduk muslim.

Pengakuan Yerusalem Ibu Kota Israel Menuai Kemarahan Muslim Indonesia dan Malaysia

"Agar sikapnya tidak terkesan hanya kepentngan umat Islam tetapi juga harus digeser lebih luas menjadi isu kemanusiaan," kata Dahnil.

Tindakan AS menimbulkan kecaman dari berbagai belahan dunia. Presiden Joko Widodo (Jokowi) sendiri memprotes pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang memberikan pengakuan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Pemerintah Indonesia meminta Negeri Paman Sam mempertimbangkan keputusan tersebut.

"Indonesia mengecam keras pengakuan sepihak Amerika Serikat terhadap Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel dan meminta Amerika Serikat mempertimbangkan kembali keputusan tersebut," kata Jokowi di Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis (7/12/2017).

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement