Nongkrong di Hotel Kelas Melati, 12 Cabe-cabean Terciduk Razia

Ade Putra, Okezone · Sabtu 09 Desember 2017 00:41 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 09 340 1827653 nongkrong-di-hotel-kelas-melati-12-cabe-cabean-terciduk-razia-e8cYL8K72P.jpg ABG terciduk razia. (Foto: Ade Putra/Okezone)

BENGKAYANG – Dalam rangka cipta kondisi, kepolisian melakukan operasi penertiban di setiap lokasi-lokasi yang memungkinkan terjadi gangguan kamtibmas, misalnya di hotel kelas melati, penginapan, kos-kosan dan pusat keramaian.

Jumat 8 Desember 2017 malam, Polres Bengkayang menggelar razia di sejumlah wisma dan penginapan kelas melati di Kota Bengkayang. Satu per satu lokasi yang menjadi target dilakukan pemeriksaan. Meski tidak menemukan pasangan di luar nikah dan gangguan kamtibmas lainnya, petugas menemukan sejumlah anak-anak gadis di bawah umur atau sebutan kerennya saat ini cabe-cabean.

“Mereka diamankan karena masih ada yang di bawah umur dan berstatus pelajar berada di tempat yang tak semestinya pada malam hari,” kata Kabag Ops Polres Bengkayang, Kompol Paino usai menggelar razia.

Dijelaskannya, total yang diamankan di sejumlah penginapan ini ada 12 perempuan anak baru gede (ABG). “Satu orang yang sudah 18 tahun, selebihnya masih di bawah umur, ada juga berstatus pelajar,” jelas Paino.

Ke-12 cabe-cabean ini kemudian langsung digelandang ke Polres Bengkayang untuk dimintai keterangan dan dilakukan pendataan serta pembinaan. “Mereka ini tidak ada tujuan jelas di lokasi tersebut, makanya kita amankan,” tegasnya.

Setelah didata dan diberi pembinaan, cabe-cabean ini diminta untuk menghubungi orang tua masing-masing. “Karena orang tua mereka kebanyakan tinggal di pedalaman yang susah sinyal, jadi tidak bisa dihubungi. Kita hanya bisa menghubungi keluarga terdekat dan pemilik kos di mana beberapa dari mereka ini tinggal,” ucapnya

(Baca juga: Kelakuan Kids Zaman Now, Bocah Naik Motor Bonceng 3 ala Cabe-cabean)

Lalu, mereka disuruh membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan serupa dan tidak lagi berada di tempat yang tidak semestinya karena masih di bawah umur dan pelajar. Setelah itu, sekitar pukul 01.00 WIB, mereka dipulangkan dan diantar langsung ke tempat masing-masing di Kota Bengkayang.

“Meski berjauhan dengan anak-anaknya yang sedang sekolah, orang tua harus mengontrol. Harapan kita, agar orang tua senantiasa rutin mengawasi dan mengecek pergaulan anaknya, agar tidak sebebasnya dan terjerumus,” pinta Paino.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini