Jelang Kunjungan PM Israel ke Prancis, Aktivis Pro-Palestina Gelar Unjuk Rasa

Putri Ainur Islam, Jurnalis · Minggu 10 Desember 2017 01:11 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 12 10 18 1827974 jelang-kunjungan-pm-israel-ke-prancis-aktivis-pro-palestina-gelar-unjuk-rasa-DBVoqieFfQ.jpg Polisi Israel menghadang warga Palestina yang menggelar unjuk rasa. (Foto: Reuters)

PARIS - Protes atas keputusan Amerika Serikat (AS) mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Isarel terus mengalir. Ratusan aktivis pro-Palestina di Paris menggelar sebuah demonstrasi untuk menentang rencana kunjungan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu ke Prancis.

Para demonstran membawa bendera Palestina dan foto Presiden Prancis Emmanuel Macron yang bertuliskan "kaki tangan" karena bersedia menjadi tuan rumah kunjungan PM Netanyahu setelah keputusan Presiden Donald Trump AS untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Dilansir dari Reuters, Minggu (10/12/2017), Netanyahu, yang menyambut langkah Trump, akan bertemu dengan Macron menjelang pertemuan dengan menteri luar negeri Uni Eropa di Brussels pada Senin 11 Desember.

BACA JUGA: Terkait Yerusalem, Inggris-Prancis Tidak Sependapat dengan AS

Prancis mengatakan pada Jumat 8 Desember bahwa Amerika Serikat (AS) telah mengesampingkan dirinya di Timur Tengah dengan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian mengatakan sebuah pernyataan melalui stasiun TV Prancis mengatakan bahwa langkah AS merupakan sebuah bentuk perlawanan terhadap hukum internasional.

Selain itu, Prancis telah menjadi pendukung perjuangan Palestina. Pada 2014, Majelis Nasional Prancis mengeluarkan sebuah mosi yang tidak mengikat yang meminta pemerintah untuk mengakui Palestina, namun pemerintah belum secara resmi melakukannya.

BACA JUGA: Kenakan Syal Tradisional Palestina, Ratusan Umat Islam Salat di Depan Gedung Putih Protes Status Yerusalem

"Trump bilang dia punya proyek. Biarkan dia mempresentasikannya, agar intervensi ini bisa dihapuskan dengan memulai kembali proses perdamaian," kata Menlu Le Drian.

Macron dan Presiden Turki Tayyip Erdogan akan bekerja sama untuk mencoba meyakinkan AS agar segera mempertimbangkan kembali keputusan tersebut, kata sumber seorang presiden Turki pada Sabtu 9 Desember.

BACA JUGA: Protes atas Status Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, Gereja Koptik Mesir Tolak Kunjungan Wapres AS

Sebagaimana diberitakan, Pengumuman Presiden Trump yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel dan rencananya untuk memindahkan kedutaan besar AS dari Tel Aviv telah memicu kemarahan seluruh Muslim di dunia. Kecaman juga datang dari berbagai pihak termasuk negara-negara Eropa yang menentang keputusan AS tersebut.

Duta Besar Inggris untuk PBB, Matthew Rycroft, menyatakan bahwa pihaknya tidak sependapat dengan keputusan AS. Ia juga memastikan Inggris Raya tidak memiliki rencana memindahkan Kedutaan Besar ke Kota Suci tersebut.

(pai)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini