Selain itu, Prancis telah menjadi pendukung perjuangan Palestina. Pada 2014, Majelis Nasional Prancis mengeluarkan sebuah mosi yang tidak mengikat yang meminta pemerintah untuk mengakui Palestina, namun pemerintah belum secara resmi melakukannya.
"Trump bilang dia punya proyek. Biarkan dia mempresentasikannya, agar intervensi ini bisa dihapuskan dengan memulai kembali proses perdamaian," kata Menlu Le Drian.
Macron dan Presiden Turki Tayyip Erdogan akan bekerja sama untuk mencoba meyakinkan AS agar segera mempertimbangkan kembali keputusan tersebut, kata sumber seorang presiden Turki pada Sabtu 9 Desember.
BACA JUGA: Protes atas Status Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, Gereja Koptik Mesir Tolak Kunjungan Wapres AS