Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Sepanjang 2017, Rentetan Bencana di Indonesia Buat 3,2 Juta Warga Mengungsi & Menderita

Demon Fajri , Jurnalis-Senin, 11 Desember 2017 |21:50 WIB
Sepanjang 2017, Rentetan Bencana di Indonesia Buat 3,2 Juta Warga Mengungsi & Menderita
Foto: Antara
A
A
A

3. Banjir

Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyabutkan bahwa terdapat 386 kabupaten/kota berada di zona bahaya sedang hingga tinggi gempa bumi, 233 kabupaten dan kota berada di daerah rawan tsunami di Indonesia.

Selain itu, 75 kabupaten dan kota terancam erupsi gunung api. Kemudian, 315 berada di daerah bahaya sedang-tinggi banjir dan 274 di daerah bahaya sedang-tinggi bencana longsor.

- Banjir Tebing Tinggi

Ribuan rumah terendam banjir dan ribuan jiwa terdampak di Kota Tebing Tinggi, Kabupaten Asahan dan Kabupaten Labura Provinsi Sumatera Utara, pada Sabtu 16 September 2017.

Meluapnya Sungai Padang dan Sungai Bahilang akibat hujan lebat menyebabkan banjir melanda 5 kecamatan di Kota Tebing Tinggi. Sehingga 1.958 rumah terendam banjir dan 7.768 jiwa terdampak banjir, sejak Sabtu 16 September 2017, sekira pukul 02.00 WIB.

- Banjir Limapuluh Kota

Bencana banjir dan longsor juga menerjang Kabupaten Limapuluh Kota Provinsi Sumatera Barat, pada Jumat 3 Maret 2017. Hujan lebat secara terus menerus menyebabkan Sungai Sumpur meluap dan longsor di tebing dan perbukitan.

Sebanyak 8 kecamatan dan 13 nagari terdampak langsung dari banjir dan longsor yang meliputi Kecamatan Pangkalan, Kapur IX, Mungka, Harau, Payakumbuh, Lareh Sago Halaban, Sulikik, dan Empat Barisan.

Hingga Sabtu 4 Maret 2017, korban jiwa akibat longsor di Kabupaten Limapuluh Kota sebanyak 5 orang meninggal dunia. Dampak lainnya, ratusan rumah terendam banjir seperti di 150 rumah di Jorong Ranah Pasar, 50 unit rumah di Jorong Ranah Baru, 50 unit rumah di Jorong Abai.

Longsor di Kabupaten Limapuluh Kota, 3 Orang Meninggal

Tidak hanya itu, jalan nasional penghubung Sumatera Barat - Riau putus. Di kelok 17 terdapat 4 titik longsor. Delapan mobil tertimpa longsor di Km 17 Koto Alam.

Jumlah korban pun bertambah. Hingga Minggu 5 Maret 2017, sekira pukul 21.30 WIB. Posko Tanggap Darurat Banjir dan Longsor di Kabupaten Limapuluh Kota melaporkan 2 orang meninggal dunia dan 2 luka berat akibat banjir dan longsor.

Banjir dan longsor terjadi pada 25 titik. Rinciannya, 13 titik longsor dan 12 titik banjir. Longsor tersebar pada 9 titik di Kecamatan Pangkalan.

Sedangkan banjir tersebar pada 7 kecamatan dengan titik banjir tertinggi mencapai 1,5 meter di Kecamatan Pangkalan yang disebabkan oleh meluapnya Sungai Batang Maek di Kecamatan Pangkalan, sungai Batang Kapur di Kecamatan Kapur IX, sungai Batang Sinamar di Lareh Sago Halaban dan sungai Batang Harau di Kecamatan Harau.

Longsor di Kabupaten Limapuluh Kota, 3 Orang Meninggal

Longsor menyebabkan beberapa instalasi milik PLN rusak. Akibatnya 117 gardu listrik terpaksa dipadamkan dan 14.657 pelanggan PLN tak teraliri listrik.

Bencana banjir dan longsor di Kabupaten Limapuluh Kota menyebabkan kerugian dan kerusakan ekonomi diperkirakan sekira Rp252,9 miliar. Meliputi, bidang pendidikan, pertanian, pekerjaan umum, perikanan, kesehatan, dan perdagangan.

Sementara, ribuan rumah terendam banjir, bahkan menimbulkan korban jiwa di Kabupaten Tolitoli menyebabkan Sungai Tuwelei dan Sungai Lembe meluap.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement