nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dikunjungi PM Israel, Uni Eropa Kukuh Hormati Konsensus Internasional Yerusalem

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Selasa 12 Desember 2017 02:08 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 12 12 18 1828828 dikunjungi-pm-israel-uni-eropa-kukuh-hormati-konsensus-internasional-yerusalem-yU6mGuxl4O.JPG PM Israel Benjamin Netanyahu bersama Kepala Urusan Politik Luar Negeri Uni Eropa Federica Mogherini (Foto: Eric Vidal/Reuters)

BRUSSELS – Kepala Urusan Politik Luar Negeri Uni Eropa (UE), Federica Mogherini mengatakan, blok berisi 28 negara itu berkomitmen penuh mendukung Yerusalem sebagai Ibu Kota baik bagi Israel maupun negara merdeka Palestina. Hal tersebut disampaikan saat menyambut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di markas besar UE, Brussels, Belgia.

BACA JUGA: Jalani Tur Eropa, PM Israel Hadapi Tekanan Terkait Polemik Yerusalem

Mantan Menteri Luar Negeri Italia itu menegaskan bahwa UE tidak akan mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel sebagaimana pemerintah Amerika Serikat (AS). UE memilih untuk melanjutkan konsensus internasional terkait status Yerusalem.

“Saya harus mengatakan bahwa PM Netanyahu menyadari, saya pikir, dari para menteri bahwa ada kesatuan penuh UE dalam hal ini, bahwa satu-satunya solusi realistis untuk konflik antara Israel dengan Palestina didasarkan pada dua negara dengan Yerusalem sebagai Ibu Kota baik Israel maupun Palestina,” ujar Federica Mogherini dalam pernyataan pers bersama, dinukil dari BBC, Selasa (12/12/2017).

“UE dan negara-negara anggota akan terus menghormati konsensus internasional Yerusalem hingga status final kota suci itu tercapai, lewat negosiasi langsung antara kedua belah pihak,” sambung perempuan berusia 44 tahun itu.

BACA JUGA: Pemerintah AS Resmi Umumkan Status Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel

BACA JUGA: Netanyahu: Palestina Harus Terima Kenyataan Yerusalem Ibu Kota Israel

Namun, pernyataan Mogherini itu disanggah oleh PM Benjamin Netanyahu. Ketua Partai Likud itu menyatakan bahwa keputusan AS adalah sebuah pengakuan terhadap realita. Netanyahu sendiri sedang menjalani tur Eropa untuk bertemu menteri-menteri luar negeri negara anggota UE di Brussels.

Ia sebelumnya menyambangi Prancis untuk bertemu Presiden Emmanuel Macron di Paris pada Minggu 10 Desember. Pria berusia 39 tahun itu mendesak agar Netanyahu melakukan gestur berani untuk menyelesaikan kebuntuan yang saat ini terjadi dengan Palestina.

“Saya meminta Perdana Menteri Netanyahu untuk melakukan suatu gestur berani dengan terhadap Palestina untuk memecahkan kebuntuan saat ini. Pembekuan pembangunan pemukiman untuk sementara waktu bisa menjadi langkah awal,” kata Emmanuel Macron.

Mantan Menteri Ekonomi Prancis itu menyatakan, Negeri Mode yakin bahwa solusi dua negara adalah satu-satunya opsi untuk mengakhiri konflik Israel-Palestina. Namun, Netanyahu kembali mengatakan Palestina harus menerima fakta pahit bahwa Yerusalem adalah Ibu Kota Israel secara historis.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini