nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Presiden Korsel-China Bersumpah Tak Akan Ada Perang di Semenanjung Korea

Putri Ainur Islam, Jurnalis · Jum'at 15 Desember 2017 09:27 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 12 15 18 1830689 presiden-korsel-china-bersumpah-tak-akan-ada-perang-di-semenanjung-korea-jxp5WTUPXH.jpg Presiden Korsel dan Presiden China. (Foto: Yonhap)

BEIJING - Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae-in menyatakan bahwa perlunya beralih dari kesulitan yang dialami akhir-akhir ini dalam hubungan diplomatik antara Korsel dan China. Hal tersebut ia sampaikan dalam pembicaraan puncak dengan Presiden China Xi Jinping di Beijing.

Menurut pihak Istana Biru, kedua pemimpin tersebut menyetujui empat prinsip dalam menangani masalah nuklir Korea Utara (Korut). Yang pertama adalah Seoul dan Beijing tidak akan membiarkan perang terjadi di Semenanjung Korea, yang kedua adalah kedua pihak akan mengejar denuklirisasi Korut.

BACA JUGA: Presiden Korsel Minta Korut Hentikan Delusi Senjata Nuklir

Presiden Korsel dan China juga sepakat untuk mendekati isu-isu terkait melalui sarana dan dialog damai dan memperbaiki hubungan antar-Korea untuk menyelesaikan masalah di semenanjung. Istana Biru juga mengungkapkan bahwa Presiden Negeri Tirai Bambu dan Negeri Ginseng tersebut setuju untuk mengembangkan hubungan ekonomi.

"Kedua pemimpin sepakat untuk memperluas kerja sama bilateral dengan tingkat keamanan politik, diplomatik, dan antara partai politik," ungkap sekretaris pers Moon Yoon Young-chan, dilansir dari Korea Herald, Jumat (15/12/2017).

Sekretaris Young-chan juga menambahkan bahwa Presiden Moon mengungkapkan harapannya untuk kerjasama trilateral antara Korea, China, dan Amerika Serikat, serta Korea, China, dan Jepang dalam masalah keamanan.

BACA JUGA: Bertemu di Sela-Sela KTT APEC, Korsel dan China Sepakat Tangani Korut Secara Damai

Kedua pemimpin tersebut juga menekankan perlunya memperbaiki hubungan dengan cepat dan sepakat untuk melanjutkan proyek investasi yang telah terhenti dalam beberapa bulan terakhir. Kedua presiden tersebut terakhir bertemu di sela-sela KTT Kelompok 20, yang diadakan di Jerman pada Juli dan forum Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) yang diadakan di Da Nang, Vietnam, pada November.

"Saya berharap dapat bekerja sama dalam mendapatkan momentum bagi pertumbuhan dua negara di masa depan dan untuk menggelar proyek (yang hasilnya) dapat dirasakan oleh masyarakat kedua negara," kata Moon.

BACA JUGA: Mantap! Sempat Renggang Gara-Gara THAAD, Korsel-China Siap Normalisasi Hubungan

Presiden Xi Jinping pun juga menyoroti pentingnya hubungan China dan negara Korea.

"Hubungan China-Korea, dan situasi di Semenanjung Korea berada pada titik kritis. Sebagai mitra yang ramah dan dekat, (hubungan Korea-China) memiliki visi kerjasama dan saling menguntungkan dalam memproyeksikan perdamaian regional dan mencari pembangunan bersama," ujar Xi.

Kedua belah pihak juga akan mencari lebih banyak kerjasama dalam bidang kesehatan dan kesejahteraan, kebersihan dan karantina ternak, industri energi, dan komite organisasi Olimpiade Musim Dingin PyeongChang dan Beijing.

(pai)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini