Share

Pelaku Pengiriman Bom Rakitan di Surabaya Belajar dari Youtube

Syaiful Islam, Okezone · Jum'at 15 Desember 2017 20:26 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 15 519 1831102 pelaku-pengiriman-bom-rakitan-di-surabaya-belajar-dari-youtube-nDB38nhtBh.jpg Ilustrasi Bom Rakitan (foto: Shutterstock)

SURABAYA - Edi (42), pelaku pengiriman bom rakitan mengaku bisa membuat bom rakitan karena belajar dari Youtube. Sebelum dikirimkan pada Anton, tersangka sudah mencobanya sebanyak 6 kali.

Namun saat masa percobaan itu, tersangka memakai media lampu. Di mana lampu dicoba hidup dan mati, ketika sudah hidup saat dinyalakan dan mati ketika dimatikan, maka percobaannya dianggap sempurna.

(Baca Juga: Cemburu dan Perselingkuhan Jadi Motif Pengiriman Bom Rakitan di Surabaya)

"Ini baru yang pertama diledakkan. Sebelumnya pelaku memakai media lampu untuk masa percobaan," terang Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Ronny Suseno, pada wartawan Jumat (15/12/2017).

Ronny menjelaskan, awalnya tersangka yang merupakan ABK ini ingin membuat bondet (bom ikan) lewat Youtube. Namun karena sulit, akhirnya tersangka membuat bom rakitan. Tersangka melakukan hal ini karena sakit hati pada korban.

Sebab, korban diduga kuat telah berselingkuh dengan istri tersangka sejak satu tahun lalu. Ketika sudah bisa merakit bom, baru tersangka memodifikasi dan merangkainya dengan dos HP. Lalu mengirim paketan bom itu pada korban lewat jasa ojek online yakni Go-Jek. Bom itu meledak ketika berada di tangan korban.

"Tersangka akan dijerat dengan pasal 1 ayat (1) UU Darurat RI Nomor 12 tahun 1951 dan Pasal 340 KUHP Jo. Pasal 53 KUHP yang ancaman pidana penjara seumur hidup atau hukuman mati," tandas Ronny.

(Baca Juga: Pelaku Pengiriman Bom Rakitan di Surabaya Ditangkap)

warga Bulak Banteng, Surabaya

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini