BANDUNG - Mayjen TNI (Purn) Sudrajat diprediksi akan menjadi kuda hitam di pemilihan gubernur (Pilgub) Jawa Barat 2018. Sudrajat sendiri diusung menjadi cagub oleh Partai Gerindra. Ia menjadi nama yang cukup mengejutkan untuk bertarung di pilgub.
Direktur Eksekutif Lembaga Studi Informasi dan Demokrasi (Elsid) Dedi Barnadi mengakui dirinya terkejut dengan penunjukan Sudrajat menjadi cagub dari Gerindra.
Meski tidak sepopuler kandidat cagub lain, Sudrajat menurutnya bisa jadi pesaing serius. Sebab, kultur masyarakat Jawa Barat menyukai karakter pimpinan yang gagah dan berwibawa. Hal itu menurutnya tercermin dari sosok Sudrajat yang berlatar belakang TNI.
Dedi lalu mencontohkan pemilihan presiden (Pilpres) 2014 lalu. Di tingkat nasional, Joko Widodo meraih kemenangan. Tapi, di tingkat Jawa Barat, Prabowo Subianto justru memenangkan persaingan.
"Walaupun PDIP menang di sini (saat Pileg 2014), tapi kan Jokowinya enggak menang. Yang menang waktu itu Prabowo karena Prabowo dinilai sebagai sosok yang gagah. Artinya, secara kultur, masyarakat Jawa Barat ingin pemimpin yang gagah, berwibawa, tampan," kata Dedi di Kota Bandung, Kamis 14 Desember 2017.
(Baca: Pilgub Jabar 2018, Sudrajat Sebaiknya Dipasangkan dengan Desi Ratnasari)
Sementara untuk membuka peluang menang, menurutnya Sudrjat harus disandingkan dengan sosok cawagub yang bisa mendongkrak raihan suara. Hal itu untuk menunjang popularitas dan elektabilitas Sudrajat yang sejauh ini belum terlihat signifikan.
Salah satu yang harus dipertimbangkan dalam memilih cawagub adalah dengan memperhatikan keinginan publik Jawa Barat. Salah satu yang diinginkan masyarakat adalah sosok agamis.
Dari sederet nama yang ada, sosok KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) dinilai cukup berpotensi. Ia bisa jadi magnet bagi publik untuk mendongkrak raihan suara.
"Pak Sudrajat sangat bisa (berpeluang jadi kuda hitam), apalagi kalau Sudrajat ini mengambil wakil yang sesuai dengan persepsi (keinginan) publik. Memang kemunculan Sudrajat ini mendadak. Tapi ketika pandai (memilih pasangan), misalnya Aa Gym, ini akan cukup berpotensi," jelas Dedi.
(Baca juga: Usung Sudrajat di Pilgub Jabar, Deddy Mizwar Doakan Gerindra Cepat Temukan Teman Koalisi)
Sementara dalam survei yang dilakukan Elsid pada 30 November hingga 8 Desember lalu, nama Sudrajat tidak dimasukkan dalam survei. Sebab, nama Sudrajat muncul belakangan.
Dari hasil survei, Deddy Mizwar diketahui memiliki popularitas tertinggi yaitu 91,5 persen. Ia unggul atas Ridwan Kamil di posisi kedua yang meraih 90,3 persen.
Tapi, dari tingkat elektabilitas atau keterpilihan, Ridwan Kamil ada di posisi teratas dengan 28,5 %. Sedangkan Deddy Mizwar di posisi kedua dengan 20,6 %.
(Ulung Tranggana)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.